Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Biro KLI Kemenkeu.
Purbaya Ramal Tekanan Rupiah Bakal Mereda, Paling Lama dalam Tiga Bulan!
Insi Nantika Jelita • 1 June 2026 14:19
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah akan mulai mereda dalam dua hingga tiga bulan ke depan seiring membaiknya kondisi geopolitik global. Optimisme tersebut muncul setelah rupiah ditutup menguat 35 poin ke level Rp17.881 per USD.
Purbaya menilai perkembangan hubungan internasional, khususnya antara Amerika Serikat (AS), Iran, dan Israel, menunjukkan sinyal positif yang dapat mendukung stabilitas ekonomi global.
Menurut dia, berbagai laporan media internasional mengindikasikan ketiga negara tersebut semakin dekat mencapai kesepakatan yang dapat meredakan ketegangan geopolitik.
"Saya percaya dalam dua hingga tiga bulan ke depan situasinya akan jauh lebih baik dibandingkan saat ini," kata Purbaya di Jakarta, dikutip Senin, 1 Juni 2026.
Ia menjelaskan, membaiknya kondisi global akan menghilangkan sejumlah faktor yang selama ini menekan nilai tukar rupiah. Dengan berkurangnya tekanan eksternal tersebut, penguatan pertumbuhan ekonomi domestik diyakini akan turut mendorong penguatan mata uang nasional.
| Baca juga: APBN Aman Meski Rupiah Melemah, Purbaya: Saya Fokus Jaga Ekonomi Tumbuh Kuat! |
Perkuat koordinasi dengan BI demi jaga stabilitas keuangan
Dalam jangka pendek, lanjut dia, pemerintah juga terus memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas sektor keuangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah berpartisipasi dalam intervensi pasar obligasi guna memastikan imbal hasil (yield) tidak meningkat terlalu tajam.
"Mengapa kami melakukan hal tersebut? Untuk memastikan investor asing yang saat ini memegang obligasi domestik tidak mengalami apa yang disebut sebagai kerugian modal (capital loss). Ini dapat mendorong mereka menarik dananya ke luar negeri," ujar dia.
Purbaya menegaskan, koordinasi erat antara pemerintah dan bank sentral menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Menurut dia, stabilitas sektor keuangan yang terjaga akan membantu memulihkan kepercayaan terhadap rupiah.
Dari sisi fiskal, ia memastikan kondisi anggaran negara tetap aman meskipun rupiah mengalami pelemahan. Pemerintah, kata dia, telah memperhitungkan depresiasi nilai tukar hingga mendekati level saat ini dalam penyusunan anggaran.
"Dari sisi anggaran, kami telah menghitung depresiasi nilai tukar rupiah hingga mendekati level saat ini. Jadi, kondisi anggaran kami masih baik, meskipun rupiah melemah ke level sekarang," kata Bendahara Negara tersebut.

(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
Penguatan fundamental ekonomi jadi penentu arah rupiah
Lebih lanjut, Purbaya menekankan penguatan fundamental ekonomi merupakan faktor utama yang akan menentukan arah nilai tukar rupiah dalam jangka panjang. Karena itu, pemerintah fokus menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
"Saat ini, fokus saya adalah memastikan perekonomian domestik terus tumbuh kuat dalam jangka menengah, jangka pendek, maupun jangka panjang. Pada akhirnya, hal itu akan memperkuat nilai tukar mata uang hampir secara otomatis," tutur dia.
Ia menambahkan, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan prospek pertumbuhan ekonomi terbaik di kawasan maupun di tingkat global. Kondisi tersebut dinilai menjadi daya tarik bagi investor asing, baik penanaman modal langsung (FDI) maupun investor portofolio.
"Saya percaya para investor, khususnya investor penanaman modal asing (FDI) dan investor asing lainnya, senang berinvestasi di negara yang menawarkan prospek pertumbuhan paling menjanjikan. Di kawasan ini, pertumbuhan ekonomi kita jauh lebih cepat dibandingkan banyak negara lainnya," ucap Menkeu.
Menurut Purbaya, Indonesia bahkan menempati posisi kedua dalam kelompok negara G20 dari sisi pertumbuhan ekonomi setelah India. Karena itu, ia menilai prospek ekonomi nasional tetap kuat dan pelemahan rupiah sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas perekonomian domestik.