Harga Emas Dunia Menguat, Curi Kilau Dolar AS

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Dunia Menguat, Curi Kilau Dolar AS

Husen Miftahudin • 3 July 2026 10:06

Chicago: Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Jumat setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.
 
Logam mulia ini juga berada di jalur penguatan mingguan pertama dalam lima pekan, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam delapan bulan pada awal pekan.
 
Mengutip Investing.com, Jumat, 3 Juli 2026, harga emas spot naik 0,1 persen menjadi USD4.128,74 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka menguat 0,4 persen ke level USD4.142,25 per ons.
 
Secara mingguan, harga emas spot tercatat menguat 0,9 persen. Adapun, volume perdagangan relatif tipis menjelang libur pasar AS pada Jumat dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan.
 
Harga emas melonjak pada Kamis setelah data nonfarm payrolls menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS pada Juni lebih rendah dari proyeksi pasar.
 
Data tersebut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Pasar tenaga kerja yang kuat selama ini menjadi salah satu indikator utama bagi bank sentral dalam menentukan kebijakan moneter.
 
Perlambatan pertumbuhan tenaga kerja memberi ruang lebih besar bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga di level saat ini. Kondisi tersebut menjadi katalis positif bagi emas setelah sepanjang kuartal kedua logam mulia ini mengalami tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter.
 
Pada kuartal yang berakhir Juni, harga emas tercatat turun sekitar 13 persen, sekaligus menghapus seluruh kenaikan yang sempat terbentuk sejak awal tahun. Pelemahan indeks dolar AS dari posisi tertinggi hampir 13 bulan turut menopang penguatan pasar logam.
 

Baca juga: Dolar AS Catat Pelemahan Terburuk sejak April


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Perak dan platinum ikut menguat

 
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga bergerak naik. Harga perak spot naik 0,15 persen menjadi USD61,0580 per ons.
 
Sementara itu, harga platinum spot menguat 0,2 persen ke level USD1.627,92 per ons. Penguatan ini terjadi seiring perubahan sentimen pasar terhadap prospek kebijakan suku bunga AS.
 
Meski tekanan suku bunga mulai mereda, pasar masih mencermati sikap hawkish Federal Reserve. Para pembuat kebijakan sebelumnya mengisyaratkan pendekatan ketat dalam pertemuan Juni.
 
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh juga menegaskan bank sentral tetap berkomitmen menjaga target inflasi tahunan di level 2 persen, Kamis, 3 Juli 2026.
 
Sikap tersebut dinilai masih dapat memengaruhi arah harga emas dalam jangka pendek, terutama jika tekanan inflasi kembali meningkat.

(Husen Miftahudin)