Dolar AS Catat Pelemahan Terburuk sejak April

Dolar AS. Foto: dok MI.

Dolar AS Catat Pelemahan Terburuk sejak April

Husen Miftahudin • 3 July 2026 10:02

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat dan diperkirakan mencatat penurunan harian terburuk sejak akhir April. Pelemahan terjadi setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih rendah dari perkiraan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
 
Mengutip Investing.com, Jumat, 3 Juli 2026, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,5 persen ke level 100,86.
 
Di kawasan Asia-Pasifik, dolar Australia yang sensitif terhadap sentimen risiko naik 0,4 persen ke level USD0,6920. Meski demikian, mata uang tersebut masih berada di dekat posisi terendah dalam tiga bulan terakhir.
 
Sepanjang pekan ini, pelaku pasar menyoroti serangkaian data ketenagakerjaan AS yang menjadi acuan penting bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve.
 
Pada Selasa, data lowongan kerja AS untuk Mei naik ke level tertinggi dalam dua tahun. Sementara itu, pada Rabu, data Challenger, Gray & Christmas menunjukkan perlambatan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Juni. Namun, laporan tenaga kerja swasta ADP justru menunjukkan pelemahan.
 

Baca juga: Dolar AS Kembali Bersinar, Disokong Data Tenaga Kerja
 

Data ketenagakerjaan di bawah ekspektasi

 
Berdasarkan laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), jumlah lapangan kerja non-pertanian bertambah 57 ribu pada Juni. Angka ini jauh di bawah konsensus pasar sebesar 114 ribu dan lebih rendah dari revisi Mei yang tercatat 129 ribu.
 
Pertumbuhan tenaga kerja terutama ditopang sektor jasa profesional dan bisnis, bantuan sosial, serta layanan kesehatan. Sebaliknya, lapangan kerja di sektor rekreasi dan perhotelan mengalami penurunan.
 
Dengan tambahan Juni, rata-rata pertumbuhan tenaga kerja dalam tiga bulan terakhir berada di kisaran 111 ribu, yang menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup solid.
 
BLS juga melaporkan tingkat pengangguran turun menjadi 4,2 persen pada Juni, setelah bertahan di level 4,3 persen selama tiga bulan sebelumnya.


(Dolar AS. Foto: Freepik)
 

Spekulasi kenaikan suku bunga Fed mereda

 
Data ketenagakerjaan terbaru memperkuat pandangan pasar bahwa Federal Reserve memiliki ruang lebih besar untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
 
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menegaskan para pembuat kebijakan akan lebih menitikberatkan keputusan pada data ekonomi dibanding panduan kebijakan ke depan, Rabu, 2 Juli 2026. Ia juga menyebut risiko inflasi mulai menurun, terutama setelah harga minyak dunia terkoreksi dalam beberapa pekan terakhir.
 
Pelaku pasar sebelumnya sempat menaikkan ekspektasi kenaikan suku bunga saat harga energi melonjak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun, dengan tekanan inflasi yang mereda dan pasar tenaga kerja yang masih stabil, ruang pengetatan moneter dinilai semakin terbatas.
 
Data CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve akhir Juli menurun, sementara peluang mempertahankan suku bunga tetap stabil meningkat. Kondisi ini turut mendorong penurunan imbal hasil obligasi Treasury jangka pendek.

(Husen Miftahudin)