Dolar AS Masih Melempem

Dolar AS. Foto: dok MI.

Dolar AS Masih Melempem

Husen Miftahudin • 27 November 2025 09:36

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB) di tengah rilis beragam data ekonomi AS setelah sempat tertunda imbas penutupan pemerintah.

Mengutip Golden Ten Data, Kamis, 27 November 2025, indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama dunia, turun 0,07 persen dan ditutup pada 99,595 di pasar valuta asing pada akhir perdagangan.

Adapun, satu euro ditukar dengan USD1,1594, lebih tinggi dari USD1,1584 pada hari perdagangan sebelumnya. Sementara satu pound ditukar dengan USD1,3235, lebih tinggi dari USD1,3213 pada hari perdagangan sebelumnya.

Sedangkan satu dolar AS ditukar dengan 156,46 yen Jepang, lebih tinggi dari 155,83 yen pada hari perdagangan sebelumnya. Untuk satu dolar AS ditukar dengan 0,8043 franc Swiss, lebih rendah dari 0,8064 franc Swiss pada hari perdagangan sebelumnya.

Lalu satu dolar AS ditukar dengan 1,404 dolar Kanada, lebih rendah dari 1,4092 dolar Kanada pada hari perdagangan sebelumnya. Dan satu dolar AS ditukar dengan 9,5038 kronor Swedia, lebih rendah dari 9,5181 kronor pada hari perdagangan sebelumnya.
 

Baca juga: Melemah Lagi, Dolar AS Makin Terpukul 6 Mata Uang Utama Dunia


(Dolar AS. Foto: Freepik)
 

Penutupan pemerintah bikin warga AS ogah belanja


Di sisi lain, belanja konsumen Amerika Serikat (AS) secara keseluruhan menurun lebih lanjut dari awal Oktober hingga pertengahan November, sementara belanja ritel kelas atas tetap tangguh, kata Federal Reserve dalam Beige Book yang dirilis Rabu.

"Beberapa pengecer mencatat dampak negatif pada pembelian konsumen akibat penutupan pemerintah, dan dealer mobil mengalami penurunan penjualan kendaraan listrik setelah berakhirnya kredit pajak federal," kata Beige Book seperti dikutip dari Xinhua.

Dalam Beige Book tercatat, aktivitas ekonomi AS sedikit berubah sejak laporan sebelumnya, menurut sebagian besar dari 12 Distrik Federal Reserve. Survei menunjukkan aktivitas manufaktur sedikit meningkat, meskipun tarif dan ketidakpastian tarif tetap menjadi hambatan.

Organisasi masyarakat melihat peningkatan permintaan bantuan pangan (bansos), sebagian karena terganggunya manfaat Program Bantuan Nutrisi Tambahan selama penutupan pemerintah federal, ungkap Beige Book.

Di sisi lain, harga-harga di AS naik secara moderat selama periode pelaporan dan tekanan biaya input tersebar luas di sektor manufaktur dan ritel, yang sebagian besar mencerminkan kenaikan yang disebabkan oleh tarif.

"Ke depannya, sebagian besar kontak mengantisipasi tekanan kenaikan biaya akan terus berlanjut, tetapi rencana untuk menaikkan harga dalam waktu dekat beragam," kata Beige Book.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(Husen Miftahudin)