Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Lestari Moerdijat: Perguruan Tinggi Harus Cetak SDM Berdaya Saing Global
Riza Aslam Khaeron • 30 January 2026 14:29
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) mendorong perguruan tinggi lebih aktif berperan dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang mampu bersaing secara global. Menurut dia, peningkatan daya saing nasional tidak dapat dilepaskan dari kesiapan dan kualitas lulusan pendidikan tinggi yang siap memenuhi tuntutan dunia kerja internasional.
"Daya saing SDM nasional harus konsisten ditingkatkan agar setiap anak bangsa mampu berkompetisi di tingkat global. Peran aktif perguruan tinggi sangat diharapkan dalam mewujudkan peningkatan daya saing nasional," kata Rerie dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 30 Januari 2026.
Data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat 795,3 ribu pekerja migran Indonesia (PMI) ditempatkan di luar negeri sepanjang 2022–2024. Namun, sebagian PMI masih bekerja pada sektor berisiko dengan tingkat keterampilan rendah, seperti asisten rumah tangga, caregiver, pekerja kasar, perkebunan, dan operator produksi.
Sementara itu, data Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri) semester I 2025 menunjukkan dari total penduduk Indonesia yang sekitar 286,69 juta jiwa, lulusan perguruan tinggi (Diploma–Sarjana) baru mencapai sekitar 11 persen.
| Baca Juga: Lestari Moerdijat: Peran Pemuda dalam Pengembangan Pendidikan Harus Ditingkatkan |
Menurut Rerie, berdasarkan data tersebut masih terdapat potensi besar SDM nasional untuk mengisi kebutuhan pekerjaan di tingkat global, khususnya pada jenis pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tinggi.
"Peran aktif perguruan tinggi dalam mempersiapkan SDM yang siap memenuhi kebutuhan tenaga kerja global menjadi sangat penting," ujar anggota Komisi X DPR itu.
.jpg)
Mahasiswa ilustrasi. Metrotvnews.com
Rerie berpandangan secara penguasaan ilmu, lulusan perguruan tinggi di Indonesia tidak kalah dibandingkan lulusan dari luar negeri. Namun, dalam praktik penerapan ilmu di dunia kerja, para lulusan kerap menghadapi berbagai kendala.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pelatihan kerja, serta penerapan kurikulum yang adaptif untuk membekali kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Langkah tersebut dinilai perlu direalisasikan secara sistematis sejak masa pendidikan.
"Melalui langkah yang terencana, sistematis, dan melibatkan berbagai pihak secara konsisten, upaya peningkatan daya saing SDM nasional dapat diwujudkan secara merata di seluruh wilayah Indonesia," ungkap Rerie.