Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. Foto: Metro TV/Satrio Adi Putranto.
Kasus Penculikan di Bandung, DPR Desak Polisi Segera Tangkap Taufik Hidayat
Satrio Adi Putranto • 23 June 2026 17:31
Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal memastikan pihaknya mengawal penanganan kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dia juga telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat untuk mempercepat penangkapan pelaku.
"Ini merupakan satu kejadian yang jadi pembelajaran bagi kita. Langsung Pak Kapolda (Irjen Pol Rudi Setiawan) membuat satgas untuk pengejaran pelaku,” kata Cucun di kompleks parlemen, Senayan, Selasa, 23 Juni 2026.
Cucun optimistis pelaku dapat segera ditangkap. Ia mengaku terus berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat terkait upaya pengejaran tersebut.
“Percayakan, dalam waktu beberapa jam ini dari tadi terus kami koordinasi dengan Pak Kapolda akan segera mengejar pelaku penyekapan ini,” ucap Cucun.
Lebih lanjut, dia menegaskan, DPR akan memastikan korban mendapat pendampingan dan pemulihan psikologis. Pendampingan akan dilakukan bersama Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
“Oh jelas, itu nanti PPA, kemudian juga Kementerian PA. Sudah tadi dengan Komisi VIII, kami akan turun juga di Jawa Barat. Jadi Kabupaten Bandung itu dirancang, menemui sekaligus sampai kapan kembali lagi si korban bisa pulih, ada trauma healing-nya,” kata Cucun.
(1).jpg)
Ilustrasi. Foto: Freepik.com.
Ia mengimbau masyarakat tidak ragu melaporkan tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar. Menurutnya, banyak kasus kekerasan tidak terungkap karena korban maupun keluarga memilih diam akibat rasa takut dan ancaman.
“Kalau terjadi hal-hal seperti itu, jangan bungkam, jangan diam, sampaikan kepada pihak kepolisian supaya bisa ditindak secepatnya," kata Cucun.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah korban yang dilaporkan hilang selama beberapa tahun ditemukan dalam kondisi luka berat dan diduga mengalami penyiksaan berkepanjangan. Polisi saat ini masih memburu terduga pelaku.