Ilustrasi emas batangan. Foto: fox5ny.com
Jeblok Lebih dari 2%, Kilau Harga Emas Dunia Dicuri Dolar AS
Husen Miftahudin • 2 September 2026 08:19
Chicago: Harga emas dunia turun lebih dari dua persen pada perdagangan Selasa waktu setempat, tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS), lonjakan harga minyak, serta kenaikan imbal hasil obligasi global.
Mengutip Investing.com, Rabu, 2 September 2026, harga emas spot turun 2,7 persen menjadi USD4.328,64 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka melemah 2,4 persen menjadi USD4.375,75 per ons.
Penguatan dolar membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan daya tarik aset berbunga dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga :
Dolar AS Gilas 6 Mata Uang Utama Dunia
Eskalasi AS-Iran tekan pasar
Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Selasa mengatakan telah melancarkan serangan terhadap target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Media pemerintah Iran menyebut serangan tersebut menghantam sebuah pabrik di Qeshm serta sejumlah target nonmiliter di Hormozgan.
Sebelumnya, AS dan Iran terlibat kebuntuan terkait kendali atas Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump sempat menggeser pendekatan dari aksi militer menuju tekanan ekonomi.
Namun, operasi militer kembali berlangsung pada Minggu untuk pertama kalinya sejak Juli. CENTCOM menyebut serangan tersebut sebagai tindakan terbatas dan tepat terhadap pasukan IRGC yang diduga memasang ranjau di Selat Hormuz.
Iran kemudian merespons dengan menyerang pangkalan militer AS di Yordania. Media pemerintah Yordania melaporkan delapan rudal berhasil dicegat dan dihancurkan.
Trump mengatakan serangan terbaru AS merupakan respons terhadap upaya peletakan ranjau di Selat Hormuz serta serangan terhadap pangkalan militer AS di Yordania.
Ketegangan tersebut turut mendorong harga minyak. Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman November naik 5,1 persen menjadi USD95,13 per barel. Sementara itu, kontrak WTI untuk pengiriman Oktober menembus USD90 per barel, pertama kalinya sejak 11 Juni.
.jpg)
(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Imbal hasil obligasi naik lagi
Di luar perkembangan di Timur Tengah, pasar obligasi global menghadapi aksi jual yang semakin kuat pada Selasa. Investor mencermati risiko inflasi dan meningkatnya utang fiskal.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak November 2023. Imbal hasil obligasi dua tahun juga menyentuh level tertinggi sejak Juli 2024.
Kenaikan imbal hasil obligasi menjadi tekanan tambahan bagi emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan bunga.
Pasar juga meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) setelah pidato bernada hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole pada Jumat.
Investor kini menunggu sejumlah indikator ekonomi AS untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga selanjutnya.