Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy. ANTARA/Rolandus Nampu
Identitas Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Masih Misteri, Polisi Tunggu Hasil DNA
Lukman Diah Sari • 5 March 2026 16:47
Denpasar: Polda Bali mengirimkan enam sampel terkait temuan potongan tubuh di Pantai Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, ke Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri untuk dilakukan uji DNA (Asam Deoksiribonukleat). Sampel yang dikirim berupa tulang.
Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy mengungkap bahwa perihal identifikasi potongan tubuh masih menunggu hasil pemeriksaan. Pemeriksaan DNA terhadap sampel tulang dilakukan di Laboratorium Forensik Mabes Polri karena memiliki teknologi yang memadai untuk menguji jaringan tulang.
"Untuk penemuan jasad tinggal tunggu pencocokan DNA jasad dengan sampel DNA ibu korban," ujar Ariasandy kepada Metrotvnews.com, Kamis, 5 Maret 2026.

Polisi memasang police line di Pantai Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (26/2/2026). ANTARA/HO-Humas Polres Gianyar
Sampel tersebut dikirim untuk memastikan kecocokan dengan keluarga korban warga negara asing (WNA) dalam kasus dugaan penculikan. Ariasandy menambahkan, hasil uji DNA tersebut diperkirakan dapat diketahui dalam beberapa hari ke depan.
Setelah hasil uji DNA diterima, kata dia, penyidik akan membandingkannya dengan sejumlah sampel DNA yang telah diamankan dari beberapa titik tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, perbandingan juga akan dilakukan dengan sampel DNA milik ibu WNA diduga korban penculikan yang sebelumnya telah diperoleh penyidik sebagai bahan pembanding.
Sebelumnya, beberapa potong tubuh manusia ditemukan masyarakat di Pantai Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, pada Kamis, 26 Februaro 2026. Potongan tubuh manusia tersebut kemudian diperiksa oleh dokter forensik RSUP Ngoerah Denpasar.
Penemuan potongan tubuh manusia tersebut diduga terkait dengan peristiwa penculikan seorang WNA Ukraina Ihor Komarav, 28. Ihor Komarav dilaporkan hilang pada Minggu, 15 Februari 2026, diduga diculik oleh orang tak dikenal.