Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK). Foto: ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN.
Jumat Besok, JK Ajak Seluruh Masjid Baca Qunut Nazilah untuk Perdamaian Dunia
Fachri Audhia Hafiez • 5 March 2026 18:48
Jakarta: Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mengimbau seluruh pengelola masjid di tanah air untuk menyelenggarakan doa bersama dan pembacaan Qunut Nazilah pada pelaksanaan salat Jumat besok, 6 Maret 2026. Seruan ini merupakan bentuk empati dan solidaritas bagi negara-negara di dunia, khususnya wilayah Islam, yang saat ini tengah menghadapi gejolak konflik.
"Kami mengharapkan seluruh masjid di Indonesia pada salat Jumat besok dapat memanjatkan doa dan membaca Qunut Nazilah agar konflik-konflik yang terjadi di dunia dapat segera mendapatkan penyelesaian serta menghadirkan kedamaian," ujar JK melalui keterangan tertulis di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 5 Maret 2026.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI tersebut menekankan bahwa momentum bulan suci Ramadan adalah waktu yang paling mustajab untuk memohon pertolongan Allah SWT. JK menyoroti ketegangan yang kian meluas di sejumlah kawasan, mulai dari Iran hingga merembet ke Pakistan, Afghanistan, Kuwait, Arab Saudi, hingga krisis kemanusiaan yang belum usai di Palestina.
JK berharap kekuatan doa dari umat Muslim di Indonesia dapat menjadi wasilah terciptanya keselamatan dan perdamaian yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah konflik tersebut. Baginya, Ramadan tahun ini harus menjadi titik balik penguatan ukhuwah Islamiyah antarbangsa.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK). Foto: Metro TV/Aris Setya.
"Semoga dalam bulan Ramadan ini kita semua diberikan kekuatan dan dunia Islam, khususnya di Iran, Timur Tengah, dan Palestina, dapat memperoleh kedamaian dari Allah SWT," kata JK.
Lebih lanjut, JK mengajak umat Islam untuk tidak hanya berhenti pada doa, tetapi juga memperkuat kepedulian nyata terhadap sesama. Solidaritas global ini dinilai penting untuk menunjukkan bahwa umat Islam di Indonesia senantiasa berdiri bersama mereka yang sedang tertindas dan kehilangan kedamaian di berbagai belahan dunia.