Harga Emas Hari Ini Diprediksi Melemah, Simak Level Kuncinya

Emas batangan. Foto: en.trend.az

Harga Emas Hari Ini Diprediksi Melemah, Simak Level Kuncinya

Husen Miftahudin • 15 September 2026 10:31

Jakarta: Harga emas dunia atau XAU/USD berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa, 15 September 2026. Analisis teknikal Dupoin Futures menunjukkan pergerakan emas pada grafik harian masih berada dalam tekanan bearish.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan tekanan tersebut terlihat dari harga XAUUSD yang belum mampu menembus sekaligus bertahan di atas level resistance USD4.355. Selama level tersebut belum berhasil dilewati, peluang pelemahan harga emas masih terbuka.

Dalam analisis teknikal Dupoin Futures, level USD4.355 menjadi area penting untuk menentukan arah pergerakan XAUUSD selanjutnya. Apabila harga kembali gagal menembus resistance tersebut, tekanan jual berpotensi tetap mendominasi.

"Sebaliknya, jika XAU/USD mampu menembus dan bertahan di atas USD4.355, momentum bearish berpotensi mulai melemah. Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi awal terbukanya peluang perubahan arah pergerakan harga," ungkap Geraldo dalam analisisnya.

Jika tekanan jual berlanjut, XAU/USD berpotensi bergerak menuju support berikutnya di level USD4.223. Area tersebut berada di sekitar Order Block dan Unfilled Order sehingga menjadi zona yang perlu diperhatikan dalam pergerakan harga emas. Respons harga ketika mendekati level USD4.223 akan menjadi salah satu penentu arah XAU/USD berikutnya.

"Jika support tersebut mampu menahan tekanan jual, peluang rebound dapat kembali muncul. Namun, apabila harga menembus level tersebut, tekanan bearish berpotensi semakin kuat," papar dia.
 

 

Suku bunga Fed jadi sentimen utama


Dari sisi fundamental, jelas Geraldo, emas masih menghadapi tekanan dari ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Perhatian pasar tertuju pada perkembangan inflasi Amerika Serikat serta kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga pada level tinggi. Kondisi suku bunga yang tinggi cenderung meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil.

Kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah juga menjadi perhatian pasar. Harga energi yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan membuat ruang pelonggaran kebijakan moneter The Fed semakin terbatas.

"Jika inflasi bertahan tinggi, pasar berpotensi memperkirakan suku bunga AS berada pada level tinggi dalam waktu lebih lama," papar dia. Ekspektasi kebijakan moneter tersebut turut memengaruhi dolar AS dan imbal hasil Treasury.

Penguatan dolar AS dan kenaikan Treasury yield dapat memberikan tekanan terhadap harga emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas menghadapi opportunity cost yang lebih tinggi ketika imbal hasil aset berbasis bunga meningkat.

Karena itu, menurut dia, arah dolar AS dan Treasury yield menjadi indikator penting yang perlu dicermati pelaku pasar dalam perdagangan XAUUSD.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat memberikan dukungan terhadap emas sebagai aset safe haven. Meningkatnya ketidakpastian global berpotensi mendorong permintaan terhadap aset yang dinilai lebih defensif.

Kondisi tersebut dapat membatasi tekanan terhadap emas ketika dolar AS dan imbal hasil Treasury masih menguat. Dengan demikian, arah harga emas akan dipengaruhi keseimbangan antara sentimen safe haven dan ekspektasi kebijakan moneter AS.


(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Prediksi harga emas hari ini


Dupoin Futures menempatkan level USD4.355 sebagai batas penting dalam skenario bearish XAU/USD. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas resistance tersebut, tekanan penurunan masih berpotensi berlanjut.

"Jika momentum bearish menguat, level USD4.223 menjadi support berikutnya yang perlu diperhatikan," terang Geraldo.

Pelaku pasar juga perlu mencermati potensi volatilitas apabila terjadi perubahan signifikan terhadap ekspektasi suku bunga. Penguatan dolar AS dan kenaikan Treasury yield dapat memperbesar tekanan terhadap emas.

Sebaliknya, pelemahan dolar AS atau peningkatan ketegangan geopolitik dapat membuka ruang bagi XAU/USD untuk mengalami rebound.

"Secara keseluruhan, prediksi harga emas hari ini masih cenderung bearish. Level USD4.355 menjadi resistance utama, sedangkan USD4.223 menjadi support penting apabila tekanan jual berlanjut," tutup Geraldo.

(Husen Miftahudin)