Kehilangan 65 Poin, Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp16.841

Rupiah. Foto: MI/Susanto.

Kehilangan 65 Poin, Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp16.841

Husen Miftahudin • 5 February 2026 15:47

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini kembali mengalami pelemahan.

Mengutip data Bloomberg, Kamis, 5 Februri 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp16.841,5 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah sebanyak 65 poin atau setara 0,39 persen dari posisi Rp16.777 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 65 poin, sebelumnya sempat melemah 70 poin di level Rp16.851,5 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp16.777 per USD," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya.

Di perdagangan hari ini, rentang pergerakan rupiah berada pada level Rp16.788 per USD hingga Rp16.846 per USD. Sementara year to date (ytd) return tercatat 0,97 persen.

Sementara itu, data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp16.825 per USD. Rupiah melemah 30 poin atau setara 0,18 persen dari Rp16.795 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp16.826 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 51 poin dari perdagangan sebelumnya di level Rp16.775 per USD.
 

Baca juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,39% di Triwulan IV-2025
 

Pasar antisipasi kebijakan hawkish Fed di bawah Warsh


Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen pasar yang tengah mengantisipasi arah kebijakan moneter Fed yang lebih hawkish dan independen di bawah kepemimpinan Warsh. 

Para pedagang juga menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga Fed setelah jeda penurunan suku bunga Fed pada Januari dan penunjukan Warsh.

"Pasar keuangan saat ini memperkirakan hampir 46 persen kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan Juni, menurut alat CME FedWatch," papar Ibrahim.

Selain itu, percakapan positif antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, menjaga ketegangan antara Washington dan Beijing tetap tenang. Trump mengatakan ia telah melakukan percakapan telepon yang sangat baik dengan Presiden Xi dari Tiongkok.

Trump mengungkapkan akan melakukan perjalanan ke Tiongkok pada April dan mereka akan membahas perdagangan, militer, Taiwan, perang Rusia-Ukraina, Iran, dan pembelian minyak dan gas Tiongkok dari AS.


(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
 

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11%


Di sisi lain, rupiah juga terpengaruh oleh sentimen laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sepanjang 2025 tercatat sebesar 5,11 persen (yoy). Sementara, sepanjang 2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,03 persen (yoy).

Sepanjang 2025 berdasakan harga produk domestik bruto (PDB) atas harga berlaku sebesar Rp23.821,1 triliun dan atas dasar harga konstan Rp13.580,5 triliun. Secara kumulatif ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,51 persen secara tahunan.

Sedangkan, dari sisi produksi, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan infokom. Dari sisi pengeluaran, penyumbang utama ekonomi tahun lalu adalah konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Sepanjang 2025, wilayah Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun, sebelumnya konsensus ekonom dan analis memperkirakan kinerja ekonomi Indonesia 2025 hanya akan tumbuh paling tinggi 5,1 persen secara tahunan (yoy). Berdasarkan estimasi median (median estimate) dari perkiraan para ekonom dan analis yang dihimpun Bloomberg, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun lalu yakni sebesar 5,1 persen.

Melihat berbagai perkembangan tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah pada perdagangan Rabu besok akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan melemah.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.840 per USD hingga Rp16.900 per USD," jelas Ibrahim.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)