Ilustrasi, emas batangan. Foto: dok MIND ID.
Harga Emas Masih Tertekan, Analis Waspadai Pelemahan hingga USD4.024
Husen Miftahudin • 23 June 2026 11:18
Jakarta: Harga emas diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026. Analis Dupoin Futures menilai peluang pelemahan masih terbuka lebar setelah logam mulia gagal mempertahankan momentum penguatannya.
"Berdasarkan analisis teknikal dan fundamental, arah pergerakan emas dalam jangka pendek masih cenderung bearish selama harga belum mampu menembus area resistance utama," ungkap analis Dupoin Futures Geraldo Kofit, dikutip dari analisis hariannya, Selasa, 23 Juni 2026.
Geraldo menjelaskan pada timeframe harian (daily), harga emas belum berhasil ditutup di atas level resistance USD4.220 per troy ons. Kondisi ini menjadi sinyal melemahnya tenaga beli dan kembali dominannya tekanan jual di pasar. Selain itu, terbentuknya swing high baru turut memperkuat indikasi bahwa tren kenaikan sebelumnya mulai kehilangan tenaga.
"Pergerakan harga masih menunjukkan struktur bearish. Selama belum ada breakout yang mampu membawa harga kembali ke atas resistance utama, potensi pelemahan masih perlu diwaspadai," papar Geraldo.
Menurut dia, selama harga masih bergerak di bawah level tersebut, target pelemahan terdekat berada di area support USD4.120 per troy ons. Jika tekanan jual meningkat dan level itu tertembus, harga berpotensi turun lebih dalam menuju support berikutnya di kisaran USD4.024 per troy ons.
| Baca juga: Emas Dunia Tertekan Penguatan Dolar di Tengah Progres Damai AS-Iran |
Indikator teknikal masih menunjukkan tren penurunan
Dari sisi teknikal, indikator Moving Average (MA) periode 21 dan 50 masih memperlihatkan tren menurun. Posisi harga yang bertahan di bawah kedua garis MA tersebut menunjukkan tren utama belum berubah. Dalam kondisi seperti ini, kenaikan harga lebih berpotensi menjadi koreksi sementara sebelum kembali melanjutkan penurunan.
Meski begitu, indikator stochastic kini sudah memasuki area oversold atau jenuh jual. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual telah berlangsung cukup lama dan membuka peluang rebound teknikal, terutama jika muncul konfirmasi pembalikan arah di area support. Namun, selama belum ada sinyal teknikal yang lebih kuat, ruang kenaikan dinilai masih terbatas.
Selain faktor teknikal, harga emas juga masih tertekan oleh sentimen fundamental global. Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang membebani emas. Saat dolar menguat, harga emas menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain, sehingga permintaan cenderung melemah.
Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury Yield turut mengurangi daya tarik emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas biasanya kehilangan daya saing ketika investor memiliki alternatif investasi dengan tingkat pengembalian lebih tinggi.
Pasar juga masih memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi dalam waktu lebih lama. Kondisi ini berpotensi menjaga kekuatan dolar AS dan memberi tekanan tambahan terhadap harga emas.
Selain itu, membaiknya optimisme terhadap ekonomi global ikut mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti emas, karena investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen dengan potensi imbal hasil lebih besar.
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Risiko global bisa batasi pelemahan
Meski tekanan bearish masih dominan, risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global tetap menjadi faktor yang dapat membatasi pelemahan lebih lanjut.
Jika muncul sentimen baru yang meningkatkan kekhawatiran pasar, permintaan emas sebagai aset lindung nilai berpotensi kembali meningkat.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek emas hari ini masih negatif. Kegagalan menembus resistance USD4.220 per troy ons, terbentuknya swing high baru, serta posisi harga yang masih berada di bawah Moving Average memperkuat sinyal tren bearish.
Pelaku pasar disarankan mencermati level support USD4.120 per troy ons dan USD4.024 per troy ons sebagai target pelemahan berikutnya, sambil tetap mewaspadai peluang rebound teknikal jika muncul konfirmasi pembalikan arah.