Profil Maidi, Wali Kota Madiun yang Terjaring OTT KPK

Wali Kota Madiun, Maidi. Dok: Instagram @pakmaidi.

Profil Maidi, Wali Kota Madiun yang Terjaring OTT KPK

Putri Purnama Sari • 19 January 2026 19:10

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Madiun, Jawa Timur pada Senin, 19 Januari 2026. 

Sebanyak 15 orang ditangkap, salah satunya adalah Wali Kota Madiun, Maidi. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, sembilan orang dibawa ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut. Maidi masuk dalam rombongan yang diseret ke Markas KPK itu.

“Salah satunya Wali Kota Madiun (Maidi),” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Senin, 19 Januari 2026.

Diketahui, KPK memiliki aturan waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang tertangkap dalam operasi ini. Setelahnya, KPK akan mengumumkan status hukum itu kepada publik. Pihak yang tidak menjadi tersangka akan dilepas.
 

 

Profil Singkat Maidi


Wali Kota Madiun, Maidi. Foto: Dok. Pemkot Madiun.

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Madiun, Maidi merupakan pejabat yang telah meniti karier panjang sebagai politikus sekaligus mantan birokrat.

Ia lahir pada 12 Mei 1961 dan memulai kariernya sebagai guru geografi di SMAN 1 Madiun sejak 1989 hingga 2002. Ia juga pernah diangkat sebagai kepala sekolah SMAN 2 Madiun, di tahun yang sama, Maidi dipercaya menjadi kepala bagian tata usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun.

Setahun kemudian, Maidi ditunjuk sebagai Penjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun terhitung sejak 7 Juli 2003. Sejak saat itu, perjalanan kariernya di lingkungan birokrasi daerah terus menanjak.

Pada 6 Desember 2005, Maidi dilantik sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Madiun. Tak berselang lama, pada 2006, ia kembali dipercaya untuk memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun.
 
Puncak karier birokrasi Maidi terjadi pada 2009, ketika ia dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun. Jabatan strategis tersebut diembannya hingga Februari 2018, sebelum akhirnya memutuskan terjun ke dunia politik.

Usai purna tugas sebagai birokrat, Maidi mulai aktif di ranah politik. Maidi pertama kali terpilih sebagai Wali Kota Madiun untuk masa jabatan 2019–2024. waKepercayaan publik kembali diperolehnya pada Pilkada serentak November 2024, saat ia maju bersama Bagus Panuntun sebagai calon wakil wali kota.

Pasangan Maidi–Panuntun berhasil meraih suara terbanyak berdasarkan hasil rekapitulasi pleno tingkat Kota Madiun. Keduanya kemudian resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun periode 2025–2030.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)