Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memaparkan rincian Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk Tahun Anggaran (TA) 2026 yang disetujui sebesar Rp57,71 triliun. Foto: ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban.
Kemendikdasmen Terima Tambahan Rp57 Triliun untuk Bidang Pendidikan
Fachri Audhia Hafiez • 15 July 2026 19:01
Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerima tambahan anggaran untuk Tahun Anggaran (TA) 2026 sebesar Rp57,71 triliun. Anggaran belanja tambahan (ABT) ini dialokasikan untuk melanjutkan sederet Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bidang pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Kami semula menyampaikan usulan anggaran belanja tambahan sebesar Rp101,68 triliun untuk pendanaan program kerja prioritas nasional sebagai arahan Bapak Presiden dan untuk penanganan layanan pendidikan pascabencana di wilayah Sumatra. Adapun usulan ABT telah disetujui pada tanggal 28 Juni 2026 dengan total tambahan anggaran sebesar Rp57,71 triliun,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, dilansir Antara, Rabu, 15 Juli 2026.
Mu'ti menjelaskan, penyaluran ABT dilaksanakan dalam dua tahap, masing-masing sebesar Rp28,76 triliun untuk tahap pertama dan Rp28,94 triliun untuk tahap kedua. Dengan cairnya tahap pertama, pagu anggaran Kemendikdasmen TA 2026 kini melonjak dari semula Rp50,02 triliun menjadi Rp78,79 triliun.
Secara rinci, tambahan anggaran tersebut dialokasikan sebesar Rp37,32 triliun untuk program revitalisasi satuan pendidikan. Lalu, Rp9 triliun untuk kelanjutan digitalisasi pembelajaran termasuk penyaluran interactive flat panel (IFP).
.jpg)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Kemudian, Rp9,12 triliun demi pelaksanaan program Sekolah Nasional Terintegrasi. Sisanya dialokasikan untuk pemulihan pascabencana sebesar Rp1,39 triliun, bantuan buku tulis Rp833,27 miliar, dan pembangunan studio guru senilai Rp25,23 miliar.
Pemerintah terus mempercepat proses perbaikan fasilitas pendidikan ini. Pada tahun 2026, revitalisasi ditargetkan menyasar total 71.744 sekolah di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 11.744 sekolah target awal dan 60.000 sekolah usulan tambahan dari Presiden Prabowo.