Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Rupiah Pagi Ini di Level Rp17.911/USD
Husen Miftahudin • 22 July 2026 09:55
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan di pagi ini mengalami pelemahan.
Mengutip data Bloomberg, Rabu, 22 Juli 2026, rupiah hingga pukul 09.45 WIB berada di level Rp17.911 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 23 poin atau setara 0,13 persen dari Rp17.888 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.904 per USD. Mengutip Antara, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pergerakan rupiah dipengaruhi meredanya kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Baca Juga :
Rupiah Selasa Sore Menguat ke Rp17.888/USD
Pendapatan negara capai Rp1.459,4 triliun
Tercatat, pendapatan negara terhimpun sebesar Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun. Kinerja pendapatan negara ditopang oleh peningkatan aktivitas ekonomi, pengawasan dan tata kelola pajak dan bea cukai, serta peningkatan layanan kementerian/lembaga (K/L) dan badan layanan umum (BLU).
Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp1.187,8 triliun atau 44,1 persen dari target Rp2.693,7 triliun. Rinciannya, penerimaan pajak terkumpul sebesar Rp1.035,7 triliun (43,9 persen dari target Rp2.357,7 triliun) serta kepabeanan dan cukai Rp152 triliun (45,2 persen dari target Rp336 triliun).
Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp271 triliun atau 59 persen dari target Rp459,2 triliun.
Di sisi lain, belanja negara terealisasi sebesar Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari target Rp3.842,7 triliun, tumbuh sebesar 17,8 persen (yoy). Belanja pemerintah pusat telah tersalurkan sebanyak Rp1.298,6 triliun atau 41,2 persen dari target Rp3.149,7 triliun.
Pada sisi belanja kementerian/lembaga (K/L, realisasi tercatat sebesar Rp658,9 triliun atau 43,6 persen dari target Rp1.510,5 triliun, dan belanja non-K/L terealisasi Rp639,7 triliun atau 39 persen dari target Rp1.639,2 triliun.
Adapun penyaluran transfer ke daerah tercatat sebesar Rp357,4 persen atau 51,6 persen dari target Rp693 triliun. Dengan kinerja itu, APBN mengalami defisit sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Sedangkan keseimbangan primer mengalami surplus sebesar Rp85,1 triliun.
"Beberapa bulan terakhir, banyak dana asing yang keluar oleh kekhawatiran defisit bisa melewati 3 persen, malah ada yang memperkirakan 4 persen," papar Lukman.

(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
Antisipasi kenaikan BI-Rate
Sentimen lain berasal dari antisipasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis points (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Rabu, 22 Juli 2026.
Sebagai catatan, kenaikan BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) pada Mei 2026 menjadi penyesuaian pertama setelah bunga acuan berada pada level 4,75 persen sejak September 2025. Namun, rupiah masih terus melemah hingga sempat menembus level Rp18 ribu per dolar AS pada awal Juni.
Melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Mingguan pada 9 Juni 2026, BI kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps. Sejak keputusan tersebut, rupiah secara bertahap kembali bergerak di bawah level Rp18 ribu per dolar AS.
Pada RDG Bulanan 18 Juni 2026, BI juga melanjutkan pengetatan kebijakan moneter dengan kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. Selanjutnya, BI dijadwalkan kembali menggelar RDG Bulanan pada 21-22 Juli 2026