Tergiur Iklan Medsos, Pemuda Garut Tertipu Loker ABK Muara Angke

Ilustrasi penipuan. Foto: Dok. Media Indonesia.

Tergiur Iklan Medsos, Pemuda Garut Tertipu Loker ABK Muara Angke

Fachri Audhia Hafiez • 14 June 2026 23:16

Jakarta: Pemuda asal Garut, Jawa Barat, berinisial DS, 24, diduga menjadi korban penipuan berkedok lowongan kerja (loker) anak buah kapal (ABK) cumi di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Korban yang tergiur iming-iming menggiurkan di media sosial tersebut akhirnya melapor ke polisi setelah menemukan sejumlah kejanggalan serta potongan biaya sepihak yang tidak transparan dari pihak pengelola mess pekerja.

“Aksi penipuan itu dilakukan para pelaku dengan modus iklan lowongan kerja (loker) yang dipasang di media sosial,” kata Kanit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Iptu Indra Basuki di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 14 Juni 2026.
 


Indra mengungkapkan, iklan lowongan kerja di akun media sosial Facebook tersebut menawarkan posisi sebagai pemancing cumi dengan gaji pokok sebesar Rp1,2 juta. Selain gaji tetap, pekerja dijanjikan bonus tambahan dari hasil tangkapan saat berlayar, yakni Rp8.000 per kilogram untuk cumi, Rp5.000 per kilogram untuk ikan campuran, dan Rp7.000 per kilogram untuk ikan tenggiri.

Tidak hanya itu, daya tarik utama iklan tersebut adalah janji penandatanganan kontrak sehari sebelum berlayar, serta fasilitas uang kasbon sebesar Rp4 juta hingga Rp5 juta yang dapat ditinggalkan untuk keluarga di rumah atau pegangan selama bekerja. 

Terpikat dengan skema tersebut, korban DS pun mengajukan lamaran dan langsung bertolak menuju sebuah mess penampungan pekerja di Muara Angke, Jakarta Utara, di mana ia ditemui oleh seorang pengurus mess berinisial A.

Namun, setibanya di lokasi penampungan, kecurigaan korban mulai mencuat lantaran nilai uang kasbon yang diterimanya tidak sesuai dengan kesepakatan awal dan sarat akan potongan biaya siluman.

"Pelapor merasa kecewa karena tidak adanya transparansi soal uang kasbon di awal. Sepengetahuan pelapor bahwa potongan kasbon hanya untuk biaya beli rokok, ternyata ada potongan untuk makan, travel dan sponsor," papar Indra.

Kondisi kian memburuk setelah pihak pengelola mess menyita telepon seluler (ponsel) milik korban secara sepihak. Merasa tersudut dan menjadi korban penipuan, DS langsung berinisiatif menghubungi layanan darurat Call Center 110 milik Polri.

"Setelah mendapatkan laporan dari call center 110, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menghubungi piket Opsnal Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa untuk segera melakukan pengecekan TKP," ucap dia.


Ilustrasi penipuan. Foto: Dok. Medcom.id.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan. Di tempat kejadian perkara (TKP), petugas membenarkan adanya praktik penipuan info loker kapal cumi ilegal di kawasan Muara Angke dan Muara Baru yang memanfaatkan platform digital untuk menjaring korbannya.

"Kami akhirnya membawa pelapor dan pemilik mess ke Polsubsektor Muara Angke untuk dimintai keterangan," kata Indra.

Kasus ini akhirnya berujung damai setelah kedua belah pihak sepakat menempuh jalur kekeluargaan. Seluruh kerugian materiil korban, meliputi biaya operasional travel, makan, hingga tiket kapal Pelni menuju Dobo, sepenuhnya ditanggung oleh pemilik mess. 

Korban DS kini telah dijemput dan dikembalikan kepada pihak keluarga. Sementara Unit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa menegaskan akan tetap mengusut dan mendalami jaringan penipuan bermodus loker media sosial ini.

(Fachri Audhia Hafiez)