Kasus perundungan terhadap 14 siswi SMP Negeri 10 Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mendapat perhatian dari DPRD Kota Tangsel. Ketua Komisi II DPRD Tangsel, Ricky Yuanda Bastian mendesak agar pemulihan kondisi korban perundungan harus diprioritaskan.
"InsyaAllah akan dilakukan konseling terhadap korban dalam waktu dekat. Terhadap pelaku juga, karena mengingat mereka berdua masih berada di bawah umur. Maka kemudian kita akan melibatkan unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA)," ujar Bastian, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa, 27 Oktober 2026.
Sementara itu, pihak sekolah juga menyatakan keprihatinannya atas peristiwa ini. Kepala SMP Negeri 10 Tangsel, Kunardi, menyebut sejumlah siswi mengalami gangguan kesehatan setelah kejadian. Kasus ini terungkap setelah salah satu orang tua siswi melaporkannya kepada pihak sekolah.
"Atas nama pribadi, atas nama kepala sekolah, atas nama seluruh keluarga besar SMP 10, pasti mengucapkan rasa prihatin dan kesedihan yang mendalam atas kejadian yang menimpa anak-anak didik kami. Setelah kejadian, siswi yang terlibat mulai mengeluhkan sakit perut, kemudian ada yang sampai muntah, memuntahkan cairan," kata Kunardi.
Sebelumnya, aksi perundungan terjadi di sebuah warung kopi di kawasan Jalan WR Supratman, Ciputat Timur, Tangsel, Banten. Para siswi yang terlibat diketahui tergabung dalam kelompok pertemanan bernama '
The Ladies' yang beranggotakan siswi kelas VIII dan kelas XI.
Pertemuan di warung kopi tersebut telah dirancang sepekan sebelumnya dengan alasan mengadakan permainan seru-seruan. Namun, permainan tersebut berujung pada aksi membahayakan. Sebanyak 14 siswi dari kelas VIII diduga dipaksa meminum cairan racikan berisi cuka, kopi, dan bawang putih. Akibat dari kejadian tersebut, sejumlah korban mulai mengeluhkan masalah kesehatan.
(Lutfia Azzahra)