26 August 2026 14:32
Presiden Rusia Valdimir Putin menerbitkan dekrit baru yang mengatur perizinan negara dalam mengambill alih kepemilikan sementara atas fasilitas atau infrastruktur vital. Dekrit tersebut diterbitkan memasuki tahun kelima konflik Rusia-Ukraina.
Dekrit ini dikeluarkan di tengah meningkatnya tekanan ekonomi akibat serangan drone Ukraina yang terus menyasar kilang minyak hingga pusat logistik e-commerce di Rusia. Dekrit ini menjadi bukti tegas bahwa negara bisa mengambil alih kepemilikan swasta apabila pemilik gagal melindungi aset mereka.
Dikutip dari tayangan Headline News Metro TV pada Rabu, 26 Agustus 2026, Kremlin menegaskan jika dekrit ini bukan merupakan aturan yang mampu mengubah kepemilikan aset swasta, melainkan bentuk intervensi negara dalam pengelolaan demi menjamin keamanan dan stabilitas nasional. Dekrit ini mengatur kepemilikan dalam bidang energi, industri, komunikasi, transportasi serta logistik.
Pengamat ekonomi menilai jika dekrit ini merupakan upaya pemerintah agar pemilik swasta menggelontorkan dananya untuk memperkuat pertahanan mandiri.
Sementara itu, konflik Rusia-Ukraina diprediksi tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Ukraina dikabarkan masih tergucang akibat serangan udara yang diluncurkan oleh Rusia. Serangan ini menyebabkan jaringan listrik utama Ukraina lumpuh total serta merusak ratusan pemukiman penduduk.