6 October 2026 16:46
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan semakin meluas hingga mengancam keselamatan warga. Api semakin merambat mendekati permukiman warga. Di Kalimantan Tengah (Kalteng), misalnya. Karhutla di Jalan Merdeka, Palangka Raya semakin mendekati permukiman warga. Bahkan kobaran api hanya berjarak tiga meter dari rumah warga.
Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla terus berupaya melakukan pemadaman di kawasan tersebut. Namun, proses pemadaman mengalami kendala karena minimnya sumber air. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat luas hutan dan lahan di Palangka Raya yang terbakar mencapai lebih dari 1.300 hektare.
Bergeser ke wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), kabut asap pekat akibat karhutla kembali menghambat aktivitas pembelajaran. Akibatnya, seluruh sekolah dasar (SD) di Kecamatan Tanjung Redeb terpaksa menerapkan sistem pembelajaran terbatas dengan memulangkan siswa lebih awal dari jam normal. Penerapan sistem ini dilakukan untuk menekan angka pengidap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan mengurangi paparan asap terhadap siswa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto menyebut upaya pemadaman masih terus dilakukan. Namun, tim satgas karhutla kerap terkendala oleh sejumlah faktor, seperti perubahan arah angin dan keterbatasan sumber air.