28 September 2026 12:02
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal Iran yang menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian operasi militer. Trump menyebut, Iran menginginkan kesepakatan untuk segera membuka Selat Hormuz karena berada dalam tekanan berat.
Trump mengklaim telah menolak tawaran tersebut karena menilai Iran saat ini sedang mengalami kerugian besar. Ia juga menegaskan bahwa AS telah memenangkan situasi dan memegang kendali penuh atas Selat Hormuz.
"Mereka mengajukan proposal tetapi saya menolaknya. Mereka ingin membuka Selat Hormuz karena mengalami kerugian sangat besar, tetapi kita yang memegang kendali penuh," ujar Trump, dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Senin, 28 September 2026.
Di sisi lain, meski AS menolak proposal Iran terkait pembukaan Selat Hormuz, Iran menyebut jalur diplomasi tetap menjadi satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik dengan AS dan Israel.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menjelaskan, pembukaan Selat Hormuz bergantung pada terpenuhinya sejumlah persyaratan dari Teheran. Apabila AS menyetujuinya, kedua negara dapat melanjutkan pembicaraan yang lebih luas, termasuk kemungkinan membahas program nuklir Iran.