Renggut Satu Nyawa, Kasus PRT Lompat dari Lantai 4 Diusut Polisi-Beranda Nasional

Surya Perkasa • 1 May 2026 08:04

Jakarta: Kasus memilukan yang menimpa dua pekerja rumah tangga (PRT) di Kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, terus menyedot perhatian publik dan para pegiat hak asasi manusia. Aksi nekat melompatnya kedua korban dari bangunan lantai empat tersebut diyakini bukan insiden biasa, melainkan puncak dari jerat praktik perbudakan modern.

Insiden nahas itu mengakibatkan satu orang PRT meninggal dunia di tempat, sementara satu rekan lainnya mengalami luka berat berupa patah tangan.

Kecaman Keras Terkait Indikasi Penyekapan


Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) mengecam keras peristiwa tersebut. Direktur Institut Sarinah, Eva Kusuma Sundari, yang mewakili suara JALA PRT, menuntut ketegasan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas indikasi penyekapan.

“Harusnya pemilik kos ditangkap karena melakukan penyekapan dan isolasi, karena full ditutup teralis. Mereka terjun karena tidak punya akses untuk keluar secara normal sehingga nekat dan meregang nyawa,” ungkap Eva pada Selasa, 28 April 2026.

Lebih lanjut, Eva meyakini bahwa aparat kepolisian sejatinya telah mengantongi bukti-bukti nyata yang cukup untuk langsung menahan pemilik bangunan maupun pihak pemberi kerja yang membiarkan eksploitasi tersebut terjadi.

Langkah Cepat Kepolisian


Merespons dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi anak dalam kasus ini, Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan mendalam. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, membeberkan sejumlah progres penanganan kasus di lapangan:
  1. Pemeriksaan 9 Saksi Kunci: Penyidik telah memanggil dan memeriksa sembilan orang saksi yang memiliki kaitan langsung. Pihak yang diperiksa meliputi pemberi kerja, penjaga rumah, sopir, pihak penyalur (agen), hingga PRT yang selamat dari insiden.
  2. Penyitaan Bukti Digital: Pihak berwajib telah mengamankan barang bukti krusial berupa rekaman kamera pengawas (CCTV) guna merangkai kronologi peristiwa secara akurat.
  3. Uji Forensik Medis: Tindakan visum serta autopsi terhadap jenazah korban yang meninggal telah dilakukan untuk melengkapi berkas penyelidikan secara medis.

Peristiwa maut di Benhil ini seolah kembali menyalakan alarm darurat mengenai lemahnya payung perlindungan bagi pekerja rumah tangga di Indonesia. Ketiadaan pengawasan ketat kerap kali membuat para pekerja di sektor domestik ini sangat rentan menjadi korban kekerasan dan eksploitasi tersembunyi. (Daffa Yazid Fadhlan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)