Peringati Maulid Nabi, Warga Pangkalpinang Gelar Tradisi Nganggung Seribu Dulang

26 August 2026 11:19

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, warga Pangkal Pinang, Bangka Belitung (Babel) menggelar acara Nganggung Seribu Dulang. Tradisi ini merupakan tradisi turun temurun yang sarat akan makna kebersamaan, gotong royong dan syiar islam

"Kegiatan festival ini dikaitkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di samping meningkatkan keimanan kita, kemudian juga memperkuat tali persatuan silaturahmi, semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Melayu Bangka Belitung," ujar Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Babel Kombes Efrannedy, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV pada Rabu, 26 Agustus 2026. 

Dalam tradisi ini, doa serta salawat dipanjatkan dan disusul dengan penyampaian tausiah agama untuk mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah. Setelah pembacaan doa, hidangan yang disajikan dalam dulang biasanya akan disantap bersama-sama tanpa membedakan kedudukan sosial.


"Ini memang tradisi kita turun temurun dari dulu sampai sekarang dan tidak pernah berhenti. Dan ini dilaksanakan setiap momen-momen hari raya keislaman. Bukan hanya Maulid saja, Idul Fitri, Idul Adha, dan hari-hari besar lainnya," ujar Ketua Adat Lembaga Melayu Tuatunu, Zulkifli. 

Zulkifli juga menyampaikan bahwa tradisi Nganggung Seribu Dulang ini sarat akan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong. Tradisi ini juga mejadi wadah bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi. 

"Nganggung ini memiliki makna kebersamaan, kegotong-royongan antar kita, kebersamaan bahu membahu, ada silaturahmi di sini, ada bertemu teman lama, teman baru yang sudah lama tidak bersilaturahmi. Dengan adanya wadah Nganggung ini, kita bisa sama-sama di sini, duduk bersama-sama, makan bersama-sama, nah di sanalah makna kebersamaan persatuan kegotong-royongan," ujarnya. 

(Lutfia Azzahra)

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X