Kampung Bahari Tak Kunjung Bersih dari Narkoba-Beranda Nasional

Misbahol Munir • 4 November 2026 09:27

Jakarta: Aparat kepolisian kembali menggelar operasi skala besar di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu, 1 November 2026. Sebanyak 1.816 personel gabungan diterjunkan, berhasil mengamankan 27 orang beserta berbagai barang bukti berupa sabu, ribuan butir ekstasi, mesin pembuat ekstasi, hingga senpi dan senjata tajam. Dalam operasi ini, petugas sempat mendapat perlawanan dari sekelompok orang yang diduga sengaja mencoba memecah konsentrasi aparat.

Kendati operasi ini terbilang masif, catatan historis menunjukkan bahwa Kampung Bahari bukanlah nama asing dalam daftar wilayah sasaran penindakan narkoba. Sejak tahun 2013, aparat penegak hukum telah berulang kali melakukan penggerebekan di kawasan yang sama. Namun, alih-alih bersih, praktik peredaran gelap narkotika justru terus berulang dan beradaptasi dengan situasi baru. 

Sejumlah faktor krusial menjadikan kawasan ini sangat rentan dan sulit dibersihkan. Secara tata ruang dan sosial, keberadaan lapak-lapak tersembunyi yang berdiri di sekitar bantaran rel kereta api, ditambah dengan fasilitas khusus yang sengaja disediakan untuk mengonsumsi narkotika di tempat, menciptakan ekosistem kriminal yang tertutup.

Situasi ini diperparah oleh tingkat kepadatan penduduk yang tinggi serta himpitan tekanan sosial-ekonomi masyarakat setempat, yang kerap dimanfaatkan oleh sindikat untuk merekrut tenaga kerja murah demi melanggengkan bisnis haram mereka.

Lebih jauh lagi, persoalan ini berakar dari karakteristik sindikat narkoba yang beroperasi secara terorganisasi dan berlapis. Jaringan tersebut tersusun rapi mulai dari bandar utama di tingkat atas, pemasok logistik, perantara, hingga para kurir yang beroperasi di lapangan. Pembagian peran yang ketat ini membuat jaringan menjadi sangat resilien.
  Praktik penegakan hukum yang hanya berfokus pada penangkapan operator lapangan atau kurir terbukti tidak efektif untuk melumpuhkan roda organisasi, karena posisi mereka dapat dengan mudah digantikan selama struktur inti dan finansial bandar besar tetap utuh.

Oleh karena itu, strategi pemberantasan narkotika di Kampung Bahari harus direformasi secara komprehensif. Penegakan hukum yang tegas wajib diikuti dengan investigasi mendalam untuk mengejar aktor di balik layar dan melacak aliran dana haram mereka.  Di sisi lain, intervensi pemerintah dan elemen masyarakat tidak boleh berhenti pada aspek penindakan saja, melainkan harus diimbangi dengan penguatan pencegahan yang masif, peningkatan kesejahteraan ekonomi warga, serta penyediaan fasilitas rehabilitasi yang memadai bagi masyarakat yang terlanjur terdampak.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pemberantasan narkoba di wilayah rawan tidak boleh lagi sekadar direduksi menjadi statistik jumlah operasi yang digelar atau banyaknya pelaku yang digiring ke tahanan. Keberhasilan sejati diukur dari seberapa efektif negara mampu memutus mata rantai peredaran hingga ke akarnya, sehingga operasi penegakan hukum tidak sekadar menjadi rutinitas berulang, melainkan momentum untuk menghadirkan transformasi dan pemulihan sosial yang permanen serta berkelanjutan di Kampung Bahari. (Titik Nurmalasari)

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X