17 September 2026 19:18
DKI Jakarta kini menghadapi potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini menyusul analisis BMKG.
Sejumlah warga pun sudah mulai merasakannya. Patricia, warga Pondok Labu, misalnya. Dia mengaku telah merasakan dampak kekeringan selama dua minggu terakhir.
Kondisi serupa telah dirasakan sejak awal Agustus 2026. Namun intensitasnya semakin parah dalam dua minggu terakhir. Penurunan debit air dirasakan sangat signifikan hingga air hanya mengalir dalam volume yang sangat kecil pada waktu dini hari.
Sementara pada siang hari hingga malam, aliran air di rumahnya tidak tersedia. Kondisi tersebut membuat Patricia harus memanfaatkan waktu subuh untuk menampung air bersih.
"Jadi baru ada tuh pas subuh gitu. Mungkin pas orang-orang enggak pakai air kan," kata Patricia, dalam program Telusur Siang Metro TV, Kamis, 17 September 2026.
Menanggapi kondisi tersebut, BPBD DKI Jakarta bersama dengan Kelurahan Pondok Labu langsung melakukan penanganan dengan menyalurkan bantuan air bersih. Langkah ini dilakukan setelah pihak kelurahan menerima laporan warga terkait sumur yang mengalami kekeringan sekitar dua hari sebelum penyaluran.
Setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan peninjauan lokasi dan menyalurkan air bersih pada hari berikutnya. Sekitar 1.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan air di rumah warga yang terdampak.
Kelurahan Pondok Labu juga berkoordinasi dengan RT dan RW untuk mendata titik lain yang memerlukan bantuan air bersih. Bantuan tersebut diberikan secara gratis tanpa biaya maupun persyaratan, dan warga yang membutuhkan dapat melaporkan kebutuhannya kepada pihak kelurahan dan BPBD.
Status awas kekeringan ini berlaku pada periode 11 hingga 20 September 2026. Wilayah yang terdampak meliputi Kota Jakarta Utara, Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta Barat, dan juga Kepulauan Seribu.
Merespons situasi itu, BPBD DKI Jakarta meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air dan menyiapkan air bersih. Masyarakat juga diminta untuk menghindari aktivitas pembakaran sampah maupun lahan yang dapat memperbesar risiko kebakaran.
Selain itu, warga juga diimbau untuk memastikan instalasi listrik dan kompor dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah. Warga juga diingatkan menggunakan masker saat udara berdebu, lantaran kekeringan ini sangat rawan untuk berdebu lebih banyak dibandingkan hari-hari biasanya.
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek kanal resmi dari BPBD DKI Jakarta dan BMKG untuk mengetahui situasi terkini.