Rupiah dan dolar AS. Foto: dok MI.
Jumat Sore, Rupiah Ditutup ke Level Rp17.758/USD
Husen Miftahudin • 18 September 2026 16:40
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami pelemahan tipis.
Mengutip data Bloomberg, Jumat, 18 September 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp17.758 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun tipis lima poin atau setara 0,03 persen dari posisi Rp17.753 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
"Pada perdagangan pasar akhir pekan, mata uang rupiah ditutup melemah tipis lima poin, sebelumnya sempat menguat 15 poin di level Rp17.758 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp17.753 per USD," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya.
Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di posisi Rp17.735 per USD. Rupiah justru menguat 13 poin atau setara 0,07 persen dari Rp17.748 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp17.745 per USD naik delapan poin dari perdagangan sebelumnya di level Rp17.753 per USD.
Baca Juga :
Jumat Pagi, Rupiah Naik ke Level Rp17.736/USD
Pasar cermati risiko baru terhadap pasokan minyak
Ibrahim mengungkapkan pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh pertempuran baru antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran. Situasi ini menambah risiko baru terhadap pasokan minyak di tengah konflik yang sebelumnya telah mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz.
"Pasar justru lebih mencermati tanda-tanda Arab Saudi mungkin dapat memulihkan sebagian aliran minyak melalui pipa Timur-Barat miliknya, yang sempat rusak akibat serangan pesawat nirawak (drone) pekan lalu," papar Ibrahim.
Meski demikian, prospek pasokan masih sangat tidak pasti. Angkatan Laut Garda Revolusi Iran pada Jumat menyatakan sebuah kapal tanker berbendera Togo telah diserang saat mencoba melakukan apa yang mereka sebut sebagai pelayaran ilegal melintasi Selat Hormuz, menurut laporan media pemerintah Iran.
Sementara itu, diplomasi muncul sebagai faktor kunci lain yang memengaruhi pasar, diaman Presiden Donald Trump mengatakan kepada Axios bahwa ia hampir mengambil keputusan besar mengenai apakah akan kembali melancarkan aksi militer berskala besar terhadap Iran.
Menurut Axios, ia dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman pekan depan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.
Tiongkok juga telah meningkatkan upaya diplomatiknya. Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mendesak Washington dan Teheran untuk menahan diri dan membuka kembali Selat Hormuz, sementara Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan konsultasi dengan para pejabat Tiongkok dan Pakistan.

Ilustrasi: Foto: Magnific.
Defisit APBN terjaga di level 0,9% PDB
Sementara itu, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Agustus 2026 tetap terjaga di level 0,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Adapun, defisit ini dicapai dengan catatan pendapatan negara lebih rendah dari belanja yakni Rp2.055,6 triliun atau mencapai 65,2 persen dari target dalam APBN 2026.
Adapun, belanja mencapai Rp2.295,7 triliun. Dengan demikian, defisit mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9 persen. APBN tetap kuat dengan keseimbangan primer positif (Rp 154 triliun) dan defisit dalam batasan terkendali.
Angka defisit ini sebelumnya sudah disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa minggu lalu. Secara keseluruhan tahun, pemerintah memperkirakan defisit APBN hingga akhir tahun 2026 akan berada di sekitar 2,85 persen dari PDB (atau setara Rp734,3 triliun), sedikit di atas target awal APBN yang sebesar 2,68 persen PDB.
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dunia akibat memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur dan fenomena El Nino pada tahun 2026 kembali menjadi perhatian pasar. Kondisi panas dan kering yang berlangsung disejumlah wilayah indonesia meningkatkan risiko terhadap sektor pertanian, ketersediaan air hingga kebakaran hutan dan lahan.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga terus mengingatkan mengenai kondisi kemarau dan potensi kekeringan diberbagai wilayah sampai akhir tahun 2026.
"Persoalannya El Nino bukan hanya tentang perubahan cuaca. Jika tidak diantisipasi dengan baik, fenomena ini dapat memberikan tekanan baru terhadap perekonomian Indonesia terutama melalui jalur pangan dan Inflasi," jelas Ibrahim.
Melihat berbagai perkembangan tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah pada perdagangan Senin depan akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah.
"Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.750 per USD hingga Rp17.800 per USD. Sedangkan untuk perdagangan pekan depan di Rp17.650 per USD sampai Rp18.000 per USD," ungkap Ibrahim.