Rupiah dan dolar AS. Foto: MI/Usman Iskandar.
Rupiah Ditutup Naik 0,10% ke Level Rp17.899/USD
Husen Miftahudin • 6 October 2026 16:34
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami kenaikan tipis.
Mengutip data Bloomberg, Selasa, 6 Oktober 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp17.899 per USD. Mata uang Garuda tersebut naik tipis 18 poin atau setara 0,10 persen dari posisi Rp17.917 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
"Pada perdagangan hari ini mata uang rupiah ditutup menguat 18 poin, sebelumnya sempat melemah lima poin di level Rp17.899 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp17.917 per USD," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya.
Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di posisi Rp17.895 per USD. Rupiah menguat 17 poin atau setara 0,09 persen dari Rp17.912 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp17.910 per USD naik tujuh poin dari perdagangan sebelumnya di level Rp17.917 per USD.
Baca Juga :
Rupiah Selasa Menguat ke Rp17.911/USD
Konflik geopolitik Timur Tengah terus memanas
Ibrahim mengungkapkan pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh sentimen pasukan Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dengan dukungan serangan udara besar-besaran dari Saudi mencapai pinggiran kota Mocha pada Senin malam. Sementara para petempur Houthi dilaporkan mundur ke wilayah dataran tinggi, menurut empat sumber pemerintah. Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa kota tersebut telah berhasil direbut.
Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen sejauh mana keberhasilan pasukan pemerintah tersebut. Pihak Houthi, yang telah menguasai banyak wilayah berpenduduk padat di Yaman termasuk Ibu Kota Sanaa sejak 2014, menyatakan klaim pemerintah yang didukung Saudi tersebut tidak berdasar.
Sementara itu, kelompok Houthi sendiri mencatat kemajuan penting di dekat Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman dengan menguasai sebagian jalan pegunungan yang membuat pasukan pemerintah terkepung, menurut sumber militer dari pihak Pemerintah Yaman. Namun, satu sumber pemerintah membantah bahwa akses jalan tersebut telah terputus.
Selain itu, Houthi Yaman telah melancarkan serangan terhadap beberapa lokasi di Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, kilang Aramco di Rabigh, dan Bandara Abha. Belum ada konfirmasi segera dari pihak Saudi.
Sebelumnya, laporan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Agustus juga berada di bawah ekspektasi, sementara angka-angka sebelumnya direvisi turun. Secara keseluruhan, data ketenagakerjaan dan inflasi yang lebih lemah ini telah mengurangi kemungkinan adanya kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan tanggal 27-28 Oktober mendatang.
Pasar menantikan rilis risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) untuk periode September pada Rabu serta data klaim awal tunjangan pengangguran pada Kamis.

(Ilustrasi: Foto: Magnific)
Bank Dunia proyeksi ekonomi RI tumbuh 5,2%
Di sisi lain, Bank Dunia (World Bank) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 mencapai 5,2 persen, proyeksi tersebut direvisi ke atas sebesar 0,5 poin persentase. Aktivitas ekonomi Indonesia juga ditopang oleh peningkatan program prioritas pemerintah, investasi yang terhubung dengan negara, serta besarnya subsidi energi.
Ibrahim menjelaskan, lonjakan pertumbuhan ini mencerminkan menguatnya konsumsi swasta dan peningkatan pengeluaran publik pada pergantian tahun. Momen bulan Ramadan dan Idulfitri yang datang lebih awal, pencairan THR dan gaji ke-13, serta percepatan peluncuran program makan bergizi gratis disebut berhasil menggeser pengeluaran pemerintah menjadi lebih awal dalam siklus fiskal.
Meski demikian, Bank Dunia turut menyoroti aktivitas ekonomi domestik tampak melemah setelahnya, yang ditandai dengan turunnya indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur menjadi 49,3 pada Agustus dan melesunya tingkat kepercayaan konsumen menjadi 116,8 pada Juli. Di sisi lain, pelebaran defisit memicu kekhawatiran pasar atas tren fiskal dan peringkat utang negara (sovereign ratings).
Sentimen pasar terhadap Indonesia sempat memburuk pada Januari, yang kemudian diperparah oleh lonjakan harga minyak mentah global dan gangguan pengiriman. Arus modal keluar (portfolio outflows) tercatat mencapai 0,2 persen dari PDB pada kuartal I/2026.
Langkah pemerintah mempertahankan subsidi bahan bakar juga disebut mampu menekan kenaikan harga dan menahan tekanan inflasi, dimana tingkat inflasi berhasil turun dari 4,8 persen pada Februari menjadi 3,4 persen pada Juli 2026.
Di samping itu, Bank Dunia memproyeksikan defisit transaksi berjalan Indonesia diperkirakan akan melebar menjadi 1,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2026. Sementara itu, tingkat inflasi diperkirakan akan tetap berada di sekitar batas atas rentang target Bank Indonesia (BI) dan pemerintah yaitu 2,5 persen plus minus satu persen.