Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam konferensi pers pengungkapan pabrik narkoba di Aceh. Foto: Metro TV.
Kapolri Sebut Narkoba Penjajahan Gaya Baru untuk Lumpuhkan Ketahanan Nasional
Siti Yona Hukmana • 23 October 2026 16:41
Jakarta: Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyebut narkotika adalah penjajahan gaya baru di Indonesia. Barang haram itu selalu masuk ke Tanah Air dan merusak generasi penerus bangsa.
"Narkotika adalah penjajahan gaya baru yang dirancang untuk melumpuhkan ketahanan nasional," kata Suyudi dalam konferensi pers pengungkapan pabrik narkoba di Kabupaten Pidie, Aceh, dilihat dari Breaking News Metro TV, Jumat, 23 Oktober 2026.
"Nah, apabila kita asumsikan 1 gram sabu ini dikonsumsi oleh 5 orang, maka kita telah berhasil menyelamatkan 6 juta anak bangsa dari dampak peredaran narkotika," ujar Suyudi.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam konferensi pers pengungkapan pabrik narkoba di Aceh. Foto: Metro TV.
Suyudi melanjutkan pengungkapan ini menyelamatkan kerugian negara Rp120 triliun dari program rehabilitasi. Apabila diasumsikan Rp20 juta per orang untuk masa rehabilitasi selama 6 bulan.
"Nah, angka-angka fantastis tersebut membuktikan bahwa ancaman narkotika sangatlah nyata, sehingga kolaborasi antara seluruh lapisan elemen masyarakat merupakan benteng pertahanan kita yang paling utama," ungkap Suyudi.
Ia mengapresiasi seluruh personel Polri, BNN, Bea Cukai atas pengungkapan pabrik narkoba ini. Menurut Suyudi, kasus ini menjadi peringatan keras bahwa Indonesia bukan lagi sekadar pasar, melainkan target lokasi produksi jaringan internasional.
Meski demikian, Suyudi memastikan negara tidak akan pernah kalah dan tidak akan pernah memberikan ruang sedikit pun kepada para bandar narkoba di Bumi Pertiwi. Ia mengajak semua elemen bersatu padu menjaga generasi bangsa, demi mewujudkan Indonesia Bersih Narkotika dan Indonesia Emas 2045.
"Setuju?. Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa meridhoi dan melindungi setiap langkah pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Suyudi.