Rupiah. Foto: Metrototvnews.com/Husen.
Pekan Ini, Rupiah Ditutup ke Rp16.876
Husen Miftahudin • 6 February 2026 16:06
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini masih berada di level Rp16.800-an per USD.
Mengutip data Bloomberg, Jumat, 6 Februri 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp16.876 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 34 poin atau setara 0,20 persen dari posisi Rp16.842 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 34 poin, sebelumnya sempat melemah 55 poin di level Rp16.876 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp16.842 per USD," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya.
Di perdagangan hari ini, rentang pergerakan rupiah berada pada level Rp16.860 per USD hingga Rp16.898 per USD. Sementara year to date (ytd) return tercatat 1,18 persen.
Sementara itu, data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp16.860 per USD. Rupiah melemah 39 poin atau setara 0,23 persen dari Rp16.821 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp16.887 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 61 poin dari perdagangan sebelumnya di level Rp16.826 per USD.
| Baca juga: Rupiah Turun 0,26% ke Rp16,886 di Jumat Pagi |
Perundingan damai AS-Iran
Ibrahim mengungkapkan, nilai tukar tukar rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen para pejabat AS dan Iran yang dijadwalkan bertemu di Oman pada Jumat sore di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah, setelah Washington mengerahkan setidaknya dua armada angkatan laut di wilayah tersebut.
"Pasar berharap pembicaraan antara Teheran dan Washington akan membantu meredakan beberapa ketegangan dan mencegah perang yang lebih luas," ucap Ibrahim.
Namun, AS dan Iran terlihat berbeda pendapat mengenai subjek pembicaraan, dengan Iran menolak seruan AS untuk membahas persenjataan rudalnya dan menyatakan bahwa diskusi hanya akan terbatas pada pembahasan ambisi nuklir Teheran. Iran adalah produsen minyak utama, dan terletak di sebelah Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia untuk minyak mentah.

(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
Data tenaga kerja dorong Fed pangkas suku bunga
Selain itu, data pemutusan hubungan kerja Challenger menunjukkan perusahaan-perusahaan AS memangkas jumlah karyawan pada Januari dengan laju tercepat sejak resesi besar 2009. Data lain menunjukkan peningkatan klaim pengangguran mingguan yang lebih besar dari perkiraan, sementara data lowongan kerja untuk Desember juga di bawah ekspektasi.
Pasar tenaga kerja yang mendingin memberi The Fed lebih banyak dorongan untuk memangkas suku bunga, dengan dolar berada di bawah tekanan akibat hal ini. Namun, pasar juga tidak yakin tentang kebijakan moneter AS di bawah Warsh.
"Mantan gubernur The Fed ini dipandang sebagai pilihan yang kurang dovish untuk peran puncak The Fed," kata Ibrahim.
Melihat berbagai perkembangan tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah pada perdagangan Senin depan akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan melemah.
"Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.840 per USD hingga Rp16.900 per USD. Range untuk minggu depan Rp16.750 per USD sampai Rp17.200 per USD," tutup Ibrahim.