Rupiah Turun 0,26% ke Rp16,886 di Jumat Pagi

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Rupiah Turun 0,26% ke Rp16,886 di Jumat Pagi

Husen Miftahudin • 6 February 2026 09:38

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini kembali mengalami pelemahan.

Mengutip data Bloomberg, Jumat, 6 Februari 2026, rupiah hingga pukul 09.32 WIB berada di level Rp16.886 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 44 poin atau setara 0,26 persen dari Rp16.842 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.821 per USD. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan melemah.

"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.840 per USD hingga Rp16.900 per USD," jelas Ibrahim.
 

Baca juga: Kehilangan 65 Poin, Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp16.841
 

Pasar antisipasi kebijakan hawkish Fed di bawah Warsh


Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen pasar yang tengah mengantisipasi arah kebijakan moneter Fed yang lebih hawkish dan independen di bawah kepemimpinan Warsh. 

Para pedagang juga menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga Fed setelah jeda penurunan suku bunga Fed pada Januari dan penunjukan Warsh.

"Pasar keuangan saat ini memperkirakan hampir 46 persen kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan Juni, menurut alat CME FedWatch," papar Ibrahim.

Selain itu, percakapan positif antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, menjaga ketegangan antara Washington dan Beijing tetap tenang. Trump mengatakan ia telah melakukan percakapan telepon yang sangat baik dengan Presiden Xi dari Tiongkok.

Trump mengungkapkan akan melakukan perjalanan ke Tiongkok pada April dan mereka akan membahas perdagangan, militer, Taiwan, perang Rusia-Ukraina, Iran, dan pembelian minyak dan gas Tiongkok dari AS.


(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
 

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11%


Di sisi lain, rupiah juga terpengaruh oleh sentimen laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sepanjang 2025 tercatat sebesar 5,11 persen (yoy). Sementara, sepanjang 2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,03 persen (yoy).

Sepanjang 2025 berdasakan harga produk domestik bruto (PDB) atas harga berlaku sebesar Rp23.821,1 triliun dan atas dasar harga konstan Rp13.580,5 triliun. Secara kumulatif ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,51 persen secara tahunan.

Sedangkan, dari sisi produksi, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan infokom. Dari sisi pengeluaran, penyumbang utama ekonomi tahun lalu adalah konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Sepanjang 2025, wilayah Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun, sebelumnya konsensus ekonom dan analis memperkirakan kinerja ekonomi Indonesia 2025 hanya akan tumbuh paling tinggi 5,1 persen secara tahunan (yoy). Berdasarkan estimasi median (median estimate) dari perkiraan para ekonom dan analis yang dihimpun Bloomberg, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun lalu yakni sebesar 5,1 persen.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)