Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
Rupiah Jumat Sore ke Posisi Rp17.717/USD
Ade Hapsari Lestarini • 22 May 2026 16:49
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan hari ini turun 50 poin atau 0,28 persen menjadi Rp17.717 per USD dari sebelumnya Rp17.667 per USD.
Sementara kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.717 per USD dari sebelumnya Rp17.673 per USD.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menilai pelemahan ini disebabkan meningkatnya ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed akan bertahan lebih lama.
"Pergerakan nilai tukar masih dipengaruhi penguatan dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve akan bertahan lebih lama," kata dia dilansir Antara, Jumat, 22 Mei 2026.

Ilustrasi. Foto: dok MI.
Sentimen global
Melihat dari sisi global, sentimen utama masih dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait negosiasi Amerika Serikat-Iran, potensi gangguan di Selat Hormuz, serta dinamika harga minyak dunia yang berdampak pada sentimen risiko global dan penguatan dolar AS.
Selain itu, arah kebijakan The Fed, pergerakan indeks dolar AS (DXY), serta imbal hasil obligasi pemerintah AS juga masih menjadi faktor penting yang mempengaruhi pergerakan rupiah.
Kendati demikian, tekanan terhadap rupiah diperkirakan tidak terlalu dalam setelah Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur 19-20 Mei 2026 memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar dan mengurangi volatilitas pasar keuangan domestik.
Lebih lanjut, sentimen dari dalam negeri tertuju pada langkah lanjutan BI dalam menjaga stabilitas rupiah setelah kenaikan BI-Rate, termasuk melalui penguatan intervensi di pasar valuta asing dan menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik.
"Kondisi fundamental ekonomi seperti inflasi dan cadangan devisa, juga akan turut menentukan arah rupiah," ucap Amru.