Polisi Dalami Keterlibatan Pihak Lain dalam Penculikan dan Pembunuhan Alvaro

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto (tengah) mendalami dugaan keterlibatan pihak lain tekait kasus penculikan dan pembunuhan bocah Alvaro Kiano Nugroho di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 28 November 2025.

Polisi Dalami Keterlibatan Pihak Lain dalam Penculikan dan Pembunuhan Alvaro

Siti Yona Hukmana • 28 November 2025 10:36

Jakarta: Polisi tidak menyetop kasus penculikan dan pembunuhan bocah 6 tahun atas nama Alvaro Kiano Nugroho, meski pelaku yang merupakan ayah tiri tewas bunuh diri. Polisi tengah mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam tindak pidana ini. 

"Langkah-langkah selanjutnya kami juga masih melakukan pendalaman terkait tentang dugaan hilang, penculikan sampai dengan ditemukan meninggal dunia Ananda AKN. Ini masih kami dalami apakah ada dugaan keterlibatan pihak lain selain dari tersangka AI," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 28 November 2025. 

Pendalaman dilakukan dengan pemeriksaan saksi-saksi. Di samping itu, Budi menyebut pihaknya juga menyiapkan trauma healing bagi pihak keluarga. Terlebih, ibunda Alvaro, Arum merasakan duka yang mendalam atas peristiwa ini. 

"Sehingga kita adakan pendampingan terkait tentang trauma healing," ujar perwira menengah (Pamen) Polri itu. 

Budi melanjutkan, dua hari lalu kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Pesanggrahan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan jasad Alvaro, Tenjo, Bogor, Jawa Barat. Hasilnya, ditemukan tulang rahang bawah dan beberapa bagian lain. Bukti itu sudah diserahkan kepada forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
 


Sementara terkait tes DNA, masih berproses di RS Polri Kramat Jati. Budi memastikan akan menyampaikan informasi setransparan mungkin karena sudah menjadi konsumsi publik.

"Polri berkomitmen untuk memberikan informasi seluas apapun terkait dengan peristiwa, fakta yang sudah kami dapatkan. Sehingga tidak bias informasi ini di masyarakat, tidak berpersepsi dan tidak berasumsi," terang mantan Kapolresta Malang itu. 


Alvaro Kiano Nugroho, anak korban penculikan dan pembunuhan. Foto: Dok. Polsek Pesanggrahan.

Alvaro dinyatakan hilang saat bulan puasa pada Kamis, 6 Maret 2025. Mulanya Alvaro meminta izin pergi ke Masjid Al-Muflihun, namun tak kunjung pulang ke rumah. Keluarga langsung melapor ke Polsek Pesanggrahan, namun karena belum 1x24 jam diminta untuk kembali datang esok hari bila Alvaro masih belum pulang. 

Akhirnya, keesokan harinya 7 Maret 2025, keluarga melaporkan anak hilang ke Polres Metro Jakarta Selatan, karena kasus anak hilang ditangani polres. Teranyar, diketahui bahwa Alvaro diculik dan dibunuh dengan cara dibekap oleh ayah tirinya, Alex Iskandar. Pembekapan ini terjadi karena selama diculik Alvaro terus menangis. 
 
Jasad Alvaro sempat disimpan dalam plastik hitam selama tiga hari oleh pelaku di garasi mobil kediamannya, wilayah Tangerang. Kemudian, jasad bocah 6 tahun itu dibuang menggunakan mobil ke Kali Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Setelah delapan bulan berlalu, akhirnya polisi menemukan jasad Alvaro dengan bantuan informasi saksi dan anjing pelacak atau K-9. Alex yang mulanya mengelabui petugas kepolisian dan keluarga dengan pura-pura ikut mencari korban, akhirnya terkuak ia lah pelakunya. 

Alex ditangkap dan dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 23 November 2025. Namun, nahas ia bunuh diri di ruangan konseling setelah ditetapkan tersangka dan hendak dimasukkan ke ruang tahanan. Meski meninggal, motif pembunuhan ini diketahui diduga karena dendam dengan sang istri, Arum atas praduga selingkuh di Malaysia. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(Misbahol Munir)