Ilustrasi. Foto: Freepik.
Goldman Sachs Pangkas Risiko Resesi AS Jadi 15% usai Kesepakatan Iran
Husen Miftahudin • 23 June 2026 11:07
New York: Goldman Sachs menurunkan probabilitas resesi Amerika Serikat (AS) dalam 12 bulan ke depan menjadi 15 persen setelah tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran.
Mengutip Investing.com, Selasa, 23 Juni 2026, Kepala Ekonom Goldman Sachs Jan Hatzius menyebut revisi itu didorong oleh berkurangnya risiko penurunan terhadap prospek ekonomi serta membaiknya ketahanan pasar tenaga kerja.
Angka tersebut kembali ke level normal jangka panjang Goldman Sachs dan lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya sebesar 20 persen sebelum konflik berlangsung.
| Baca juga: Inflasi AS Melejit 4,2% di Mei 2026, Cetak Level Tertinggi |
Kerek proyeksi pertumbuhan ekonomi AS
Seiring revisi risiko resesi, Goldman Sachs juga menaikkan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS pada paruh kedua tahun ini menjadi dua persen.
Peningkatan proyeksi tersebut didukung oleh penurunan harga bahan bakar yang memperkuat pendapatan riil masyarakat, serta dorongan investasi dari sektor kecerdasan buatan (AI).
Goldman menilai kenaikan nilai aset ekuitas dan kuatnya belanja modal masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.
Meski prospek ekonomi lebih konstruktif, Goldman tetap memperkirakan pertumbuhan akan berlangsung moderat.
Lembaga itu memproyeksikan belanja konsumen riil hanya tumbuh 1,5 persen karena efek stimulus dari pengembalian pajak yang lebih tinggi pada kuartal kedua diperkirakan mulai mereda. Perlambatan konsumsi ini dinilai dapat menahan laju ekspansi ekonomi pada semester berikutnya.
Di sisi inflasi, Goldman memperkirakan indeks harga konsumen (CPI) AS akan mengalami penurunan bulanan pada Juni, seiring turunnya harga bensin.
Sementara itu, inflasi inti diperkirakan hanya tumbuh rata-rata 0,17 persen dalam tiga bulan mendatang. Proyeksi ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga mulai mereda meski kondisi global masih dipenuhi ketidakpastian.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Pertahankan proyeksi suku bunga The Fed
Terkait kebijakan moneter, Goldman tetap mempertahankan proyeksi dasar Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Pandangan ini bertahan meski Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di bawah kepemimpinan Kevin Warsh menunjukkan sikap yang lebih agresif dibanding perkiraan pasar.
Goldman mencatat sekitar separuh pejabat yang mendukung kenaikan suku bunga berasal dari presiden bank sentral regional yang tidak memiliki hak suara dalam keputusan kebijakan.
Di sisi pasar saham, Goldman memberi catatan khusus terhadap valuasi saham-saham berbasis AI. Menurut Goldman, valuasi sektor tersebut kini berada di level tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan proyeksi optimistis terhadap nilai ekonomi yang dapat dihasilkan teknologi AI dalam dekade mendatang. Kondisi ini dinilai membuat ruang kenaikan lebih lanjut menjadi semakin terbatas