Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi RI di Tengah Isu Penyadapan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi RI di Tengah Isu Penyadapan

Andika Fauzan Azhari • 6 November 2026 22:03

Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah terus berfokus mempertahankan stabilitas ekonomi dari sisi fundamental di tengah berbagai dinamika yang ada. Termasuk isu penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang sangat menggemparkan saat ini.

 
"Yang penting kita jaga fundamental saja," ujar Airlangga, saat ditemui di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat, 6 November 2026.

Airlangga mengaku sangat menyayangkan adanya isu penyadapan saat ini. Permasalahan ini dinilai dapat memengaruhi faktor psikologis atau sentimental pasar terhadap investasi di Indonesia.

 

"Ya, tentu sangat disayangkan ya, terjadi penyadapan dan ini tentu akibatnya adalah bukan dari segi fundamental, tapi dari sentimental, karena ekonomi kan juga faktor psikologis, juga ikut memengaruhi," kata Airlangga.

Dia menjamin stabilitas ekonomi negara tetap terjaga di tengah isu penyadapan ini. Menjaga stabilitas menjadi landasan utama agar kepercayaan pelaku usaha dan iklim investasi nasional tidak terganggu oleh sentimen sesaat.

Pemerintah Beri Pelonggaran Konversi Valas DHE SDA ke Rupiah hingga 100%

(Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah). Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan)


 

Respons cepat Polri pulihkan kepercayaan


Di satu sisi, Airlangga memuji respons cepat dan tindakan tegas yang diambil oleh Polri. Respons cepat itu dinilai sangat positif dalam mendukung upaya pemulihan kepercayaan publik maupun dunia usaha.

"Kapolri kan mengambil kebijakan yang tegas. Jadi itu yang positif untuk pengembalian (kepercayaan)," ujar Airlangga.

Terkait dengan kabar pengusaha yang menjadi target penyadapan, Airlangga menyebutkan bahwa hal itu menyangkut pengusaha tertentu saja.

"Ya, tapi kan pengusaha tertentu, dalam tanda petik," ucap Airlangga.

(Gervin Nathaniel Purba)