Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
Rupiah Hari Ini Naik ke Rp17.679 per USD, Ini Pemicunya
Ade Hapsari Lestarini • 3 September 2026 18:11
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 84 poin atau 0,47 persen ke level Rp17.679 per USD pada penutupan perdagangan Kamis, 3 September 2026. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di level Rp17.763 per USD.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) juga menguat ke level Rp17.689 per USD dari sebelumnya Rp17.770 per USD.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi data ketenagakerjaan sektor swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan.
"Data ketenagakerjaan swasta AS lebih lemah dari perkiraan, sehingga ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed kembali menjadi perhatian," ujar Amru, dilansir Antara, Kamis, 3 September 2026.
Data ADP Employment Change menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta AS bertambah 38 ribu pada Agustus 2026. Angka tersebut berada di bawah perkiraan 47 ribu dan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 46 ribu.

Ilustrasi. Foto: Magnific.
Investor tertuju pada prospek kebijakan suku bunga The Fed
Menurut Amru, data tersebut memperkuat perhatian pasar terhadap prospek kebijakan suku bunga The Fed. Di sisi lain, harga minyak yang mulai terkoreksi dari level tingginya turut mengurangi tekanan terhadap mata uang kawasan.
Amru menilai sentimen negatif dari eskalasi konflik AS-Iran belum menjadi faktor dominan terhadap pergerakan rupiah.
Konflik tersebut meningkatkan ketidakpastian dan berpotensi mendorong kenaikan harga minyak. Namun, dolar AS justru mengalami koreksi. Indeks DXY bergerak melemah ke area 99,27 sehingga memberikan ruang bagi rupiah dan sejumlah mata uang Asia untuk menguat.
"Dengan demikian, penguatan rupiah pada Kamis lebih mencerminkan pelemahan dolar AS dan perubahan ekspektasi terhadap suku bunga AS, sementara risiko dari konflik AS-Iran tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan," kata Amru.