Polda Metro Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional di Sekitar Gedung DPR

Apel persiapan pengamanan di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Adyatma Damardjati.

Polda Metro Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional di Sekitar Gedung DPR

Muhammad Adyatma Damardjati • 6 October 2026 09:42

Jakarta: Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas selama aksi penyampaian aspirasi oleh Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026. Pengaturan arus lalu lintas akan disesuaikan dengan dinamika kepadatan kendaraan.

"Untuk penyekatan, itu oleh lalu lintas dilakukan secara situasional tergantung dari dinamika arus kepadatan lalu lintas," ujar Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar usai apel persiapan pengamanan di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
 


Bagi masyarakat pengguna jalan yang hendak melintas di sekitar kawasan DPR/MPR, diimbau memantau pembaruan informasi lalu lintas melalui kanal resmi kepolisian. Hal ini guna menghindari potensi kemacetan.

"Masyarakat diimbau mengikuti informasi lalu lintas terkini dan mematuhi arahan petugas agar aktivitas tetap berjalan aman dan lancar. Informasi bisa diakses melalui media sosial Polda Metro Jaya dan TMC Polda Metro Jaya," kata Onkoseno.

Onkoseno menjelaskan fokus pengamanan oleh kepolisian tidak hanya terpusat di kawasan Senayan. Sebab, personel gabungan disebar untuk mengamankan berbagai kegiatan masyarakat lainnya yang berlangsung secara bersamaan di wilayah Jakarta.

"Ada kegiatan di Monas, kemudian kegiatan masyarakat di wilayah lain seperti kompetisi olahraga, pagelaran kesenian, dan wisuda juga ada," ungkap Onkoseno.


Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Adyatma Damardjati.

Penempatan personel telah diatur sesuai kebutuhan di kawasan DPR/MPR RI, termasuk di titik-titik penyangga, jalur pergerakan peserta aksi, hingga lokasi yang memerlukan pelayanan kepolisian. Untuk mengawal aksi yang diperkirakan dihadiri sekitar 6.000 peserta buruh ini, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 11.261 personel gabungan.

Di sisi lain, Onkoseno mengimbau para peserta aksi untuk dapat menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan menjaga fasilitas umum. Sekaligus, tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu.

"Tertib, mengikuti arahan petugas, menjaga fasilitas umum, dan tidak mudah terprovokasi," kata Onkoseno.

(Fachri Audhia Hafiez)