Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Sejumlah Daerah, 232 Orang Ditangkap

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Foto: Dok. Metro TV.

Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Sejumlah Daerah, 232 Orang Ditangkap

Metro TV • 13 October 2026 15:08

Jakarta: Petugas gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan TNI menggerebek sejumlah lokasi yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba di berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 232 orang ditangkap terkait dugaan peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

“Di Jakarta Barat, operasi gabungan pada Jumat, 9 Oktober, menyasar Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah. Sebanyak 24 orang diamankan dalam penindakan tersebut, " kata Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2026.

Penangkan puluhan orang itu disertai penyitaan sejumlah barang bukti narkotika dan peralatan yang diduga digunakan untuk aktivitas penyalahgunaan narkoba. Penindakan ini juga dilakukan di Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, hingga wilayah Sulawesi dan Kalimantan. 

Suyudi mengatakan di Sumatra Utara penggerebekan dilakukan di sembilan titik. Sebanyak 36 orang diringkus dengan menyita sekitar 102 gram sabu.

Lalu di Riau menyasar sebuah tempat hiburan malam dan menangkap 68 orang. Sebanyak 63 orang di antaranya positif mengonsumsi zat narkotika berdasarakan hasil tes urine. Sementara di Makassar polisi menangkap 104 orang, tiga di antaranya diduga bandar narkoba.

“Rangkaian operasi tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk menindak pelaku sekaligus mengungkap jaringan peredaran narkoba di berbagai daerah,” ungkap Suyudi.

Pelaku narkoba ditangkap dalam sejumlah penggerebekan. Foto: Istimewa. 

Suyudi menegaskan pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Menurut Suyudi, kerja sama lintas lembaga dan partisipasi warga diperlukan untuk mempersempit ruang gerak bandar serta mencegah lingkungan permukiman dimanfaatkan sebagai lokasi transaksi narkotika.

Polri dipastikan terus memperkuat koordinasi lintas lembaga untuk menelusuri jaringan pemasok dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika. Suyudi menegaskan upaya pemberantasan akan terus dilakukan melalui penegakan hukum, pencegahan, rehabilitasi, dan pelibatan masyarakat.

“Saya ingin membersihkan Indonesia dari peredaran narkoba yang sekarang sudah semakin masif. Kita harus lebih masif dalam bertindak,” ujar Suyudi.

(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)

(Siti Yona Hukmana)