Rupiah. Foto: Metrototvnews.com/Husen.
Jumat Pagi, Rupiah Turun 0,14% ke Rp16.783
Husen Miftahudin • 27 February 2026 10:13
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan.
Mengutip data Bloomberg, Jumat, 27 Februari 2026, rupiah hingga pukul 10.00 WIB berada di level Rp16.783 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 24 poin atau setara 0,14 persen dari Rp16.759 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.753 per USD. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan melemah.
"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.750 per USD hingga Rp16.780 per USD," jelas Ibrahim.
| Baca juga: Dolar Terangkat Naik Berkat Penguatan Pasar Tenaga Kerja AS |
Pasar pelototi perkembangan diplomatik AS-Iran
Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen pasar yang mengamati dengan seksama perkembangan diplomatik saat para pejabat AS dan Iran bersiap untuk bertemu di Jenewa untuk membahas kembali program nuklir Teheran.
Utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan bertemu dengan para pejabat Iran di Jenewa pada Kamis sore, saat Washington berupaya mencapai kesepakatan mengenai program nuklir dan rudal balistik Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi telah mengisyaratkan resolusi diplomatik masih dapat dicapai jika kedua belah pihak berkomitmen untuk keterlibatan yang konstruktif. Presiden AS Donald Trump mengatakan hal-hal buruk dapat terjadi jika kemajuan yang berarti tidak tercapai.
"Kemudian, pasar menilai dampak dari tarif AS yang baru diumumkan setelah putusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini yang mengubah kerangka hukum untuk beberapa langkah perdagangan. Pengenalan bea masuk global baru hingga 15 persen telah menambah ketidakpastian atas prospek perdagangan global," ungkap Ibrahim.
Selian itu, pasar telah mengurangi ekspektasi terhadap pemotongan suku bunga Federal Reserve (Fed) dalam waktu dekat karena para pembuat kebijakan terus menyampaikan kekhawatiran atas tekanan inflasi yang terus berlanjut.

(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
Indonesia kaji potensi risiko pembatalan tarif Trump
Di sisi lain, jelas Ibrahim, pasar menilai positif tentang putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan sebagian kebijakan tarif Trump langsung direspons Pemerintah Indonesia. Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya mengkaji seluruh potensi risiko pasca-keputusan tersebut, terutama terhadap implementasi perjanjian dagang Indonesia–AS.
Pemerintah memastikan, meski ada perubahan dalam kebijakan tarif Trump, perjanjian dagang Indonesia-AS tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah disepakati. Karena perjanjian bilateral memiliki mekanisme tersendiri.
Namun, pemerintah menilai kebijakan tarif 10 persen yang berlaku sementara selama 150 hari relatif lebih baik dibandingkan skenario sebelumnya. Selain itu, akan ada pembedaan perlakuan antara negara yang telah menandatangani perjanjian dan yang belum.
"Ke depan, diplomasi dan negosiasi akan terus dilakukan secara adaptif dengan menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama. Pemerintah memastikan implementasi perjanjian perdagangan tetap memberi manfaat konkret bagi stabilitas ekonomi dan daya saing nasional di tengah dinamika global, termasuk perubahan arah kebijakan tarif Trump," tutur Ibrahim.