The Fed Pertahankan Suku Bunga Sesuai Ekspektasi

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh. Foto: Dok Anadolu Agency

The Fed Pertahankan Suku Bunga Sesuai Ekspektasi

Eko Nordiansyah • 29 October 2026 08:01

Washington: Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap, sesuai dengan perkiraan umum. Keputusan ini diambil di tengah situasi yang rumit, dan bank sentral harus menghadapi harga minyak yang tinggi.

Selain itu, lonjakan biaya pinjaman, kekhawatiran terkait pengeluaran besar-besaran untuk kecerdasan buatan (AI) yang didorong oleh utang, serta aspek politik menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections) di Amerika Serikat juga turut memengaruhi.

Dalam konferensi pers setelah pengumuman keputusan tersebut, Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan kondisi ketenagakerjaan tergolong "cukup positif". Ia menambahkan, diskusi dalam Federal Open Market Committee (FOMC) lebih banyak berfokus pada aspek inflasi.

Warsh juga mencatat adanya pengetatan kondisi keuangan serta sikap yang lebih selektif dari para pelaku pasar sejak pertemuan FOMC September lalu.

Dikutip dari Investing, Kamis, 29 Oktober 2026, FOMC mempertahankan suku bunga acuan (federal funds rate) di kisaran 3,75 persen hingga 4,00 persen dengan hasil pemungutan suara 10 banding 2. Anggota Dewan Gubernur Lisa Cook dan Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, memilih untuk menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin (25 basis poin).

Pada pertemuan sebelumnya di September, FOMC telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, yang menandai langkah pengetatan kebijakan moneter pertama sejak Juli 2023.

"Aktivitas ekonomi berkembang dengan laju yang kuat. Meskipun ketidakpastian masih tinggi, sebagian akibat perkembangan geopolitik, pengeluaran domestik tetap tangguh. Pertumbuhan produktivitas kuat, dan investasi modal pun solid. Penambahan lapangan kerja sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja, sementara tingkat pengangguran tidak banyak berubah," ungkap FOMC dalam pernyataannya.

"Inflasi masih berada di tingkat yang tinggi. Pengumpulan informasi lebih lanjut akan membantu Komite dalam menentukan kebijakan yang tepat untuk memastikan inflasi kembali ke target dua persen sesuai sasaran Komite. Komite berkomitmen untuk mewujudkan stabilitas harga," tambah pernyataan tersebut.


(Ilustrasi. Foto: Dok Xinhua)

Inflasi lebih tinggi dari perkiraan

The Fed mempertahankan suku bunga tetap stabil meskipun angka inflasi baru-baru ini tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Indeks Harga Konsumen (IHK) AS secara keseluruhan naik 3,7 persen secara tahunan (yoy) pada September. Sementara IHK inti, yang tidak mencakup harga pangan dan energi, naik 2,6 persen secara tahunan.

Kedua angka tersebut meningkat dibandingkan catatan Agustus, yang masing-masing sebesar 3,4 persen dan 2,4 persen, serta berada jauh di atas target jangka panjang The Fed sebesar dua persen.

FOMC lebih memilih untuk menggunakan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) sebagai tolok ukur inflasi. Data PCE terbaru untuk bulan Agustus menunjukkan kenaikan sebesar 3,4 persen secara tahunan, sementara PCE inti naik tiga persen.

Dalam konferensi pers tersebut, Warsh kembali menolak untuk memberikan panduan ke depan (forward guidance). Ketua The Fed tersebut juga mencatat bahwa terdapat data ekonomi penting yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan, dan informasi yang diterima selama periode mendatang akan membantu Fed menentukan arah kebijakan ke depannya.

Para pengamat kebijakan moneter akan segera menerima data produk domestik bruto (PDB) AS untuk kuartal ketiga serta data PCE bulan September, paling cepat pada Kamis.

"Periode yang akan kita hadapi ini kaya akan informasi. Dalam periode mendatang, kita akan dapat menentukan protokol yang tepat, untuk mencapai stabilitas harga. Saya merasa optimis dengan kemajuan yang telah kita capai dalam waktu singkat," ujar Warsh

Konflik di Timur Tengah terus menjadi guncangan pasokan yang volatil, yang mendorong kenaikan harga energi global. Lonjakan indeks harga bensin menyumbang lebih dari separuh kenaikan bulanan IHK AS secara keseluruhan pada September.

Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) telah melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade sejak pertemuan terakhir The Fed pada September. Hal ini meningkatkan biaya pinjaman dan secara efektif memberikan dampak yang sama seperti kenaikan suku bunga.

Kenaikan suku bunga diprediksi pada Desember

Para pengamat kebijakan moneter memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada Desember. Risalah rapat The Fed September menunjukkan sebagian besar pengambil kebijakan mengantisipasi adanya satu kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun ini.

Warsh juga mengumumkan perubahan jadwal rapat FOMC untuk 2027 dan 2028. Meskipun komite tersebut akan tetap mengadakan delapan kali pertemuan, salah satu pertemuan tahun depan akan difokuskan pada strategi kebijakan moneter, bukan untuk menetapkan keputusan mengenai suku bunga acuan (federal funds rate). Jumlah pertemuan yang difokuskan pada strategi ini akan bertambah menjadi dua kali pada 2028.

Ketua The Fed juga menyinggung perihal pemilihan umum paruh waktu di Amerika Serikat. Saat ditanya apakah kebijakan tersebut turut memengaruhi keputusan suku bunga pada Rabu, Warsh menyatakan politik sama sekali tidak berperan dalam langkah tersebut.

(Eko Nordiansyah)