Museum Indonesia TMII, dok: MTVN/Siti Nahdia
Mengenal Museum Indonesia TMII: Sejarah, Koleksi Unik, dan Harga Tiket
Putri Purnama Sari • 15 September 2026 21:47
Jakarta: Museum Indonesia merupakan salah satu museum yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Museum ini tidak hanya menjadi tempat untuk menyimpan dan memamerkan benda-benda koleksi, tetapi juga menghadirkan cerita mengenai sejarah, peradaban, dan keberagaman bangsa Indonesia.
Museum Indonesia diresmikan pada 20 April 1980 oleh Presiden Soeharto. Peresmian tersebut dilakukan tepat lima tahun setelah TMII berdiri. Museum ini merupakan gagasan Ibu Tien Soeharto dengan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat.
Saat itu, Ibu Tien mengimbau dan menggerakkan masyarakat untuk menyerahkan berbagai benda budaya unggulan dari seluruh daerah untuk menjadi koleksi Museum Indonesia.
Museum Indonesia dan Cerita Bhinneka Tunggal Ika
Museum Indonesia tidak sekadar menjadi gedung yang menyimpan dan memamerkan benda-benda koleksi. Keberadaannya ditujukan sebagai tempat yang menyajikan cerita tentang kekuatan dan ketangguhan Bhinneka Tunggal Ika dalam perjalanan sebuah bangsa.Sajian mengenai sejarah dan peradaban bangsa di museum ini menjadi bagian dari pembelajaran dalam kehidupan berbangsa, baik pada masa kini maupun masa yang akan datang.
Museum Indonesia juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh sejarah dan peradaban bangsa melalui berbagai koleksi yang ditampilkan. Selain ruang pamer, Museum Indonesia juga menyediakan ruang baca yang dapat digunakan sebagai fasilitas pembelajaran bagi pengunjung.
Koleksi Unik di Museum Indonesia TMII
Museum Indonesia memiliki berbagai koleksi yang berkaitan dengan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa di antaranya memiliki bentuk dan fungsi yang menarik untuk diketahui.1. Patung Cili
Patung Cili berasal dari Bali. Dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali, patung ini merupakan salah satu benda yang digunakan sebagai sarana ritual. Cili menyimbolkan dewa-dewi kesuburan dan kemakmuran. Dewi Sri dan Dewa Sedana menjadi simbolisasi dari dua hal tersebut.
2. Dadong Angon
Dadong Angon merupakan patung asli Bali yang menggambarkan nenek penggembala itik. Patung ini dibuat oleh seniman bernama Anak Agung Adi.
Menggembalakan itik mencerminkan kehidupan masyarakat pedesaan yang bermukim di sektor agraris. Ternak dan itik dianggap sebagai bagian dari keseharian masyarakat.
3. Patung Hanoman Menyelamatkan Sita
Patung Hanoman Menyelamatkan Sita berasal dari Bali. Patung ini merupakan karya dekoratif yang diambil dari fragmen pewayangan Ramayana.
Fragmen tersebut melibatkan tokoh Hanoman, si kera putih anak Batara Bayu, yang berusaha menyelamatkan Sita setelah diculik oleh raja jahat Rahwana dan ditawan di Alengka Pura.
4. Pratima
Pratima dalam bahasa Sanskerta berarti arca, gambar, atau simbol. Pratima merupakan salah satu media penghubung dengan Tuhan. Penggunaan pratima sebagai simbol pemujaan berkaitan dengan keterbatasan manusia dalam membayangkan Tuhan yang nirguna atau tanpa sifat.
5. Bening Aban, Gendongan Bayi Tradisional Suku Dayak
Bening Aban merupakan gendongan bayi tradisional suku Dayak yang digunakan untuk membawa bayi di punggung saat orang tua bekerja. Gendongan ini digunakan sejak bayi berusia sekitar 6 bulan hingga 1,5 tahun.
Bening Aban dihiasi ornamen yang dipercaya dapat melindungi bayi dari roh jahat. Gendongan ini terbuat dari kayu banggeris yang tumbuh di hutan hujan Kalimantan.
Bening Aban diyakini dapat menghubungkan tubuh dan jiwa bayi. Karena itu, ketika anak tumbuh, gendongan ini tidak dijual atau ditukar karena dianggap menyimpan bagian dari jiwa sang anak.
Baca Juga :
Aturan Berkunjung ke Museum Indonesia TMII

Museum Indonesia TMII, dok: MTVN/Siti Nahdia
Pengunjung perlu mengikuti sejumlah aturan selama berada di dalam Museum Indonesia untuk menjaga koleksi dan kenyamanan selama berkunjung.
- Dilarang menyentuh koleksi.
- Tidak membuka makanan dan minuman.
- Tidak membuang sampah sembarangan.
- Tidak menggunakan flash kamera.
- Tidak menggunakan kamera DSLR tanpa izin.
- Tidak membawa hewan peliharaan.
- Tidak berlari di dalam museum.
- Tetap tenang dan tidak membuat kegaduhan.
- Dilarang merokok.
- Dilarang membawa senjata tajam.
Jam Buka dan Harga Tiket Museum Indonesia TMII
Museum Indonesia TMII buka mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Pengunjung yang ingin masuk dapat membeli tiket di loket yang berada di pintu masuk museum.Harga tiket masuk Museum Indonesia sebesar Rp10.000. Pembayaran tiket hanya dapat dilakukan menggunakan QRIS dan tidak dapat dilakukan secara tunai.
(Siti Nahdia Usman)