Harga Emas Berpotensi Naik, Begini Proyeksinya

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Berpotensi Naik, Begini Proyeksinya

Husen Miftahudin • 6 August 2026 11:29

Jakarta: Dupoin Futures memperkirakan harga emas (XAU/USD) masih berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026. Proyeksi tersebut didasarkan pada sejumlah indikator teknikal yang menunjukkan momentum bullish masih terjaga setelah harga keluar dari fase konsolidasi.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan struktur teknikal yang terbentuk mengindikasikan dominasi pembeli (buyer) masih kuat sehingga membuka peluang kenaikan menuju area resistance berikutnya.

Dalam analisisnya, Dupoin Futures mencatat harga emas pada grafik harian (daily time frame) berhasil keluar dari pola pergerakan mendatar (sideways) sekaligus menembus pola Bullish Pennant. Menurut Geraldo, pola tersebut umumnya merupakan sinyal kelanjutan tren (continuation pattern) yang menunjukkan tekanan beli kembali meningkat setelah periode konsolidasi.

"Dengan keberhasilan menembus pola tersebut, peluang harga emas melanjutkan penguatan menuju area resistance yang lebih tinggi dinilai semakin terbuka," ungkap Geraldo dalam analisis hariannya.

Selain breakout dari Bullish Pennant, Dupoin Futures juga mengidentifikasi terbentuknya pola Double Bottom. Pola tersebut dikenal sebagai salah satu sinyal pembalikan arah yang menunjukkan tekanan jual mulai mereda dan pembeli kembali mendominasi pasar.

Menurut Dupoin Futures, kombinasi kedua pola teknikal tersebut memperkuat prospek kenaikan harga emas dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

Dupoin Futures memproyeksikan target kenaikan terdekat berada di area USD4.354, yang menjadi level resistance utama. Apabila harga mampu menembus level tersebut dengan dukungan volume transaksi yang kuat, penguatan diperkirakan dapat berlanjut menuju area USD4.483 sebagai target resistance berikutnya.

"Meski demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking) yang dapat memicu volatilitas jangka pendek ketika harga mendekati area resistance," ucap Geraldo mengingatkan.
 



(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Sentimen fundamental masih beragam


Dari sisi fundamental, Dupoin Futures menilai pergerakan emas masih dipengaruhi dua sentimen utama yang saling berlawanan. Di satu sisi, optimisme terhadap perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran dinilai dapat mengurangi permintaan terhadap aset safe haven apabila proses diplomasi menunjukkan kemajuan.

Namun, pelemahan dolar Amerika Serikat masih menjadi faktor yang menopang harga emas karena membuat logam mulia tersebut lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Selain perkembangan geopolitik, pasar juga mencermati prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Menurut Dupoin Futures, sinyal kebijakan moneter yang lebih akomodatif berpotensi menjadi katalis tambahan bagi kenaikan harga emas.

Sebaliknya, apabila data ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan ketahanan yang kuat sehingga mengurangi peluang penurunan suku bunga, ruang penguatan emas diperkirakan menjadi lebih terbatas.

Investor juga diperkirakan akan terus memantau berbagai indikator ekonomi Amerika Serikat yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed pada pertemuan berikutnya.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas masih berada dalam tren bullish. Keberhasilan breakout dari fase konsolidasi, konfirmasi pola Bullish Pennant, serta terbentuknya Double Bottom menjadi kombinasi sinyal teknikal yang dinilai mendukung potensi kenaikan menuju area USD4.354 dan berlanjut ke USD4.483 apabila momentum beli tetap terjaga.

"Investor dan trader disarankan tetap memperhatikan perkembangan negosiasi geopolitik, pergerakan dolar AS, serta kebijakan Federal Reserve karena ketiga faktor tersebut diperkirakan masih menjadi penentu utama arah harga emas dalam jangka pendek hingga menengah," tutup Geraldo.

(Husen Miftahudin)