Aset Bos Hanania Travel Ditelusuri untuk Pulihkan Kerugian Korban Rp95,22 M

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanudin. Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Aset Bos Hanania Travel Ditelusuri untuk Pulihkan Kerugian Korban Rp95,22 M

Fachri Audhia Hafiez • 18 June 2026 17:23

Jakarta: Polda Metro Jaya tengah gencar menelusuri aset-aset milik bos Hanania Travel, ASF, 30. Langkah ini dilakukan baik pada aset atas nama pribadi maupun perusahaan guna memulihkan kerugian ribuan jemaah korban dugaan penipuan travel umrah tersebut.

"Prakiraan awal terhadap dugaan jumlah kerugian yang saat ini berdasarkan hasil penyidikan kami sekitar Rp95,22 miliar," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanudin saat audiensi dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
 


Iman memastikan penelusuran aset tersebut tidak akan berhenti di pihak perusahaan maupun tersangka utama. Penyidik bakal mengejar aliran dana hingga ke pihak-pihak lain yang terbukti terafiliasi dengan tersangka ASF.

Sebagai langkah awal pengamanan, Iman membeberkan bahwa pihaknya sudah resmi memblokir tiga rekening utama yang digunakan oleh tersangka untuk menampung dana jemaah. Rekening itu atas nama perusahaan maupun pribadi.

Dia mengatakan guna mengoptimalkan pengembalian hak para korban, Polda Metro Jaya bersiap mengembangkan kasus ini ke ranah perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dalam prosesnya, kepolisian menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Haji dan Umrah. Hal ini kami lakukan untuk mencoba mencarikan solusi selain dari upaya penegakan hukum yang kami lakukan," ujar Iman.


Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanudin. Foto: ANTARA/HO-DPR.

Selain jalur penegakan hukum, kepolisian mencoba mencari alternatif lain untuk menyelamatkan dana para jemaah. Salah satu upaya yang ditempuh adalah mendorong Hanania Travel dapat diakuisisi perusahaan travel lain yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Namun, Iman mengakui opsi penyelamatan tersebut belum bisa terwujud dalam waktu dekat. Pasalnya, internal Hanania Travel masih didera banyak kendala berat, terutama terkait proses audit keuangan perusahaan.

"Ini memerlukan waktu yang cukup karena pihak yang akan mengakuisisi harus melakukan perhitungan terlebih dahulu terhadap jumlah kerugian maupun korban," ujar Iman.

(Fachri Audhia Hafiez)