Bursa Saham Wall Street Boncos Lagi, Dow Jones Kehilangan 131 Poin

Ilustrasi. Foto: Xinhua.

Bursa Saham Wall Street Boncos Lagi, Dow Jones Kehilangan 131 Poin

Husen Miftahudin • 30 September 2026 07:56

New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa waktu setempat. Sentimen investor tertekan oleh kekhawatiran terkait keamanan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta sejumlah data ekonomi yang menunjukkan pelemahan.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 30 September 2026, Dow Jones Industrial Average turun 131,59 poin atau 0,26 persen menjadi 51.349,92. S&P 500 melemah 12,85 poin atau 0,17 persen ke level 7.670,84. Sementara itu, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 22,84 poin atau 0,09 persen menjadi 26.797,54.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah. Sektor energi mencatat penurunan terbesar, yakni 0,89 persen, diikuti sektor material yang turun 0,55 persen.
 
Di sisi lain, sektor utilitas menjadi penguat utama dengan kenaikan 1,14 persen. Sektor layanan komunikasi juga menguat 0,4 persen.
 

 

Kekhawatiran keamanan tekan saham AI

 
Sektor kecerdasan buatan kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah muncul laporan mengenai draf prospektus penawaran umum perdana (IPO) Anthropic.
 
Dalam dokumen tersebut, pengembang AI itu disebut menargetkan valuasi hingga USD2 triliun. Dokumen tersebut juga memuat peringatan mengenai potensi risiko serius dari sistem AI canggih terhadap umat manusia.
 
Sementara itu, laboratorium riset AI OpenAI dilaporkan menunda peluncuran model terbarunya setelah ditemukan kekhawatiran terkait keamanan dalam proses evaluasi internal.
 
Tekanan juga terlihat pada pasar penawaran umum perdana (IPO) AS. Kondisi tersebut terjadi di tengah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah.
 
Perusahaan teknologi kesehatan Oura pada Selasa menghentikan rencana untuk melakukan debut di pasar saham. Keputusan tersebut dikaitkan dengan meningkatnya ketidakpastian di pasar.


(Ilustrasi. Foto: iStock)
 

Kepercayaan konsumen AS melemah

 
Dari sisi makroekonomi, Conference Board melaporkan kepercayaan konsumen AS turun ke level terendah sejak 2014. Kondisi pasar tenaga kerja juga menunjukkan pelemahan.
 
Berdasarkan Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja (JOLTS), jumlah lowongan pekerjaan pada Agustus turun menjadi 7,097 juta. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan posisi Juli yang telah direvisi menjadi 7,335 juta dan berada di bawah perkiraan pasar sebesar 7,228 juta.
 
Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut mendorong peningkatan biaya pinjaman. Suku bunga rata-rata hipotek tetap 30 tahun acuan naik delapan basis poin menjadi 7,58 persen pada Selasa.
 
Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak November 2023. Kenaikan suku bunga hipotek menambah tekanan terhadap keterjangkauan perumahan menjelang publikasi laporan ketenagakerjaan nonpertanian AS pada Jumat.

(Husen Miftahudin)