Ilustrasi. Foto: MI/Susanto.
Rupiah Makin Berani Gilas Dolar AS, Pagi Ini Balik ke Level Rp16.700-an
Husen Miftahudin • 26 January 2026 10:25
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini kembali mengalami penguatan.
Mengutip data Bloomberg, Senin, 26 Januari 2026, rupiah hingga pukul 10.14 WIB berada di level Rp16.779 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat sebanyak 41 poin atau setara 0,24 persen dari Rp16.820 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.833 per USD. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan kembali melemah.
"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.820 per USD hingga Rp16.850 per USD. Sementara untuk sepekan ini, rupiah bergerak di level Rp16.790 per USD hingga Rp17.000 per USD," jelas Ibrahim.
| Baca juga: Krismon 1998 Jadi Tahun Kelam Rupiah di Indonesia, Kulik Sejarahnya |
Menanti pengganti Powell
Menurut Ibrahihm, pergerakan kurs rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen pasar yang saat ini tengah menunggu pilihan Presiden AS Donald Trump untuk Ketua Fed berikutnya yang menggantikan Jerome Powell. Ketua The Fed yang lebih lunak akan meningkatkan spekulasi tentang penurunan suku bunga lebih lanjut tahun ini.
Selain itu data ekonomi AS terbaru juga menunjukkan perekonomian berjalan lebih baik dari yang diperkirakan. Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal ketiga melebihi perkiraan.
Pada saat yang sama, pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda stabilitas daripada kelemahan, seperti yang ditunjukkan oleh para pejabat Federal Reserve (Fed). "Oleh karena itu, ekspektasi penurunan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari kemungkinan sudah tidak berlaku lagi," jelas dia.
Kemudian, Presiden AS Donald Trump melunakkan ancaman terhadap Greenland setelah Trump mengatakan dia telah mengamankan akses total dan permanen AS ke Greenland dalam kesepakatan dengan NATO. Kepala NATO mengatakan sekutu harus meningkatkan komitmen mereka terhadap keamanan Arktik untuk menangkal ancaman dari Rusia dan Tiongkok.
Di sisi lain, para pemimpin Uni Eropa akan mempertimbangkan kembali hubungan dengan AS pada pertemuan puncak darurat pada Kamis setelah ancaman Trump tentang tarif dan bahkan tindakan militer untuk memperoleh Greenland sangat mengguncang kepercayaan dalam hubungan transatlantik. Trump juga mengatakan dia berharap tidak akan ada tindakan militer AS lebih lanjut di Iran, tetapi menambahkan AS akan bertindak jika Iran melanjutkan program nuklirnya.
Presiden Volodymyr Zelenskiy dari Ukraina mengatakan setelah pembicaraan dengan Trump di Davos persyaratan jaminan keamanan untuk Ukraina telah diselesaikan, tetapi masalah penting mengenai wilayah dalam perang dengan Rusia tetap belum terselesaikan.
"Trump telah menekan Ukraina untuk mengamankan perdamaian setelah hampir empat tahun perang, meskipun hanya sedikit tanda-tanda Rusia ingin menghentikan pertempuran," papar Ibrahim.

(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
BI diminta hati-hati intervensi rupiah di pasar valas
Di sisi lain, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) meminta Bank Indonesia (BI) untuk berhati-hati dalam melakukan intervensi rupiah di pasar valuta asing, seraya menegaskan nilai tukar rupiah harus tetap berfungsi sebagai peredam guncangan utama di tengah tingginya ketidakpastian global.
IMF menilai pengaturan nilai tukar Indonesia masih mengambang secara de facto. Artinya, secara praktik, rupiah dibiarkan bergerak mengikuti mekanisme pasar, dengan pergerakan rupiah yang signifikan selama episode tekanan eksternal terbaru," urai Ibrahim.
Dalam kondisi tersebut, BI menerapkan intervensi valuta asing (foreign exchange intervention/FXI) untuk mengelola volatilitas nilai tukar. IMF mencatat intervensi dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari pasar spot valuta asing, domestic non-deliverable forward (DNDF), hingga intervensi non-deliverable forward (NDF) di luar negeri. Namun demikian, IMF menekankan intervensi harus dilakukan secara bijaksana dan terukur.
Lembaga moneter dunia tersebut juga menekankan upaya stabilisasi nilai tukar tidak boleh menghambat penyesuaian fundamental yang diperlukan, serta harus mempertimbangkan kebutuhan menjaga kecukupan cadangan devisa di tengah lingkungan eksternal yang rawan guncangan.
IMF menilai posisi cadangan devisa Indonesia saat ini tetap memadai dan menyambut baik langkah otoritas dalam mengisi kembali cadangan ketika tekanan eksternal mulai mereda.
Seiring dengan itu, IMF juga menyoroti arah kebijakan moneter BI yang dinilai sudah tepat. BI tercatat telah menurunkan suku bunga kebijakan sebesar 25 basis poin sebanyak enam kali sejak siklus pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dimulai pada September 2024 hingga September 2025, sehingga suku bunga acuan berada di level 4,75 persen, di tengah pertumbuhan kredit yang masih lemah