Naik 0,29%, Rupiah Hari Ini Parkir di Level Rp17.653

Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar.

Naik 0,29%, Rupiah Hari Ini Parkir di Level Rp17.653

Husen Miftahudin • 20 May 2026 15:35

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami kenaikan.

Mengutip data Bloomberg, Rabu, 20 Mei 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp17.653,5 per USD. Mata uang Garuda tersebut naik 52 poin atau setara 0,29 persen dari posisi Rp17.705,5 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

"Pada perdagangan sore ini mata uang rupiah ditutup menguat 52 poin, sebelumnya sempat melemah 25 poin di level Rp17.653,5 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp17.705,5 per USD," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya.

Sementara itu, data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona hijau pada posisi Rp17.600 per USD. Rupiah menguat sebanyak 114 poin atau setara 0,64 persen dari Rp17.714 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp17.685 per USD. Mata uang Garuda tersebut naik 34 poin dari perdagangan sebelumnya di level Rp17.719 per USD.
 

Baca juga: Rupiah Dibuka ke Rp17.721/USD Pagi Ini
 

Investor masih waspada perundingan damai konflik Iran


Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen Presiden AS Donald Trump yang kembali menegaskan perang dengan Iran akan berakhir "dengan sangat cepat", meskipun investor tetap waspada terhadap hasil perundingan perdamaian di tengah gangguan berkelanjutan terhadap pasokan Timur Tengah akibat konflik tersebut.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan AS dan Iran telah mencapai kemajuan dalam perundingan, dengan kedua pihak tidak menginginkan dimulainya kembali aksi militer. Meskipun Trump menegaskan kepada anggota parlemen AS tentang berakhirnya konflik dengan cepat, sebelumnya ia mengatakan AS mungkin perlu menyerang Iran lagi dan ia hampir memerintahkan serangan sebelum menundanya.

Komentarnya tentang perlunya serangan lagi muncul sehari setelah ia mengatakan telah menunda rencana dimulainya kembali permusuhan menyusul proposal baru dari Teheran untuk mengakhiri perang AS-Israel.

Dalam pernyataannya pada Selasa, Trump juga mengatakan para pemimpin Iran memohon kesepakatan dan memperingatkan serangan AS baru akan terjadi dalam beberapa hari mendatang jika tidak ada kesepakatan yang tercapai. Perang AS-Israel melawan Iran telah menyebabkan penutupan efektif Selat Hormuz, yang biasanya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak global, sehingga menciptakan gangguan pasokan minyak terbesar di dunia, menurut Badan Energi Internasional.

"Pasar tetap waspada terhadap dampak inflasi dari perang Iran dalam beberapa minggu terakhir, seiring dengan harga minyak mentah yang lebih tinggi telah mendorong inflasi lebih tinggi di seluruh ekonomi utama, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral, khususnya Federal Reserve AS (Fed), mungkin perlu menaikkan suku bunga," papar Ibrahim.

Menurut CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan hampir 50 persen kemungkinan, pada akhir tahun, The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin. Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dengan kemungkinan 35 persen yang terlihat seminggu yang lalu.


(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
 

Pidato asumsi dasar ekonomi makro Prabowo direspons positif pasar


Sementara itu, Ibrahim mengakui pasar merespons positif atas pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR RI, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027. Prabowo mengungkapkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tujuh tahun terakhir adalah lima persen.

"Namun ia mengakui meski ekonomi melaju, kelas menengah menurun dan kemiskinan meningkat. Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menargetkan inflasi di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen," papar dia.

Dari sisi nilai tukar, rupiah ditargetkan berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS, suku bunga SBN 10 tahun 6,5-7,3 persen. Di sektor energi, harga minyak mentah Indonesia diasumsikan USD70-USD90 per barel. Adapun lifting minyak mentah 602 ribu barel per hari hingga 615 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 934 ribu barel setara minyak per hari hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.

Terkait APBN, tahun depan pemerintah menargetkan pendapatan negara di kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari PDB, belanja negara 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB, dan defisit dijaga di kisaran 1,8 hingga 2,4 persen dari PDB.

Kemudian, Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis poin ke level 5,25 persen. Suku bunga Deposit Facility sebesar 4,25 persen dan Lending Facility sebesar 6,25 persen. Keputusan ini mengakhiri kebijakan BI menahan suku bunga selama delapan bulan beruntun.

Keputusan ini, menurut BI, dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.

Melihat berbagai perkembangan tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah pada perdagangan Kamis besok akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.650 per USD hingga Rp17.700 per USD," jelas Ibrahim.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)