7 July 2026 20:37
Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution menyesalkan terjadinya operasi tangkap tangan KPK terhadap Bupati Langkat Syah Afandi (Ondim). Bobby mengaku sudah pernah menegur Bupati Langkat sebelum OTT KPK.
Menurut Bobby, pihak yang paling dirugikan dari tindak pidana korupsi yakni masyarakat Kabupaten Langkat. Anggaran yang seharusnya dimanfaatkan untuk pembangunan daerah, pelayanan publik, hingga kebutuhan pendidikan anak, justru tidak dapat digunakan.
"Penangkapan oleh KPK kepada Bupati, dan ini sangat disayangkan. Nah, tentu yang pertama yang terkorbankan adalah masyarakat, yang menjadi korban utama karena uangnya yang digunakan ini uang untuk membangun daerah, untuk anak-anak sekolah. Jadi harapan kita ini tidak terjadi lagi,” kata Bobby dalam program Headline News Metro TV, Selasa, 7 Juli 2026.
Menantu mantan Presiden Jokowi itu mengaku pernah menyampaikan teguran kepada Bupati Ondim sebelum terjerat OTT KPK. Teguran berkaitan dengan adanya temuan janggal dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Bobby juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri guna mempercepat penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat yang akan dijabat oleh Wakil Bupati Langkat, Tiorita Surbakti.
"Ya kemarin kita sudah berkoordinasi dengan Kemendagri, dengan Pak Mendagri langsung, agar diminta segera melaksanakan penunjukan Plt agar berjalannya roda pemerintahan di Kabupaten Langkat tetap normal,” ungkap Bobby.