Pengungsi Gempa NTT Diduga Mengalami Kekerasan Seksual, KemenPPPA Turun Tangan

4 September 2026 12:38

Salah seorang korban terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami tindakan kekerasan seksual. Korban mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan ini di tenda pengungsian.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi membenarkan adanya laporan kasus kekerasan seksual di salah satu tenda pengungsian, di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut dan memberikan pendampingan terhadap korban.

"Pemerintah sudah mencoba meminimalisir berbagai kemungkinan yang akan terjadi, berbagai kemungkinan negatif. Tetapi ya mungkin karena suatu hal ternyata masih terjadi juga, tetapi ini sudah kami tangani secara langsung, " ujar Arifah, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia pada Jumat, 4 September 2026.

Arifah memastikan berbagai pihak turut membantu penanganan kasus ini. Mereka juga telah melakukan pendataan terhadap tenda campuran. 

"Kerjanya kerja kolektif ya dari BNPB, dari Kemensos, dari Menko PMK yang juga langsung turun ke lapangan. Sudah dipetakan bahwa tenda ini memang tenda khusus untuk perempuan dan anak. Memang ada beberapa tenda yang masih bercampur tapi kan enggak bisa langsung, butuh waktu untuk pendataan lebih lanjut gitu, " ujarnya.

Sementara itu, beberapa lokasi terdampak gempa di NTT berangsur pulih kembali. Salah satunya di Labuan Bajo, di mana aktivitas pariwisata telah mulai berangsur normal.

Sejumlah destinasi wisata di Labuan Bajo, termasuk Taman Nasional Komodo, Puncak Waringin, dan Pulau Kelor, kini kembali dibuka. Tempat tersebut mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pemulihan juga terlihat pada fasilitas kesehatan. RSUD Komodo yang sempat terdampak gempa kini berangsur pulih. Sejumlah pasien korban gempa yang sebelumnya dirawat juga telah kembali ke rumah masing-masing.

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X