Juru bicara KPK Budi Prasetyo. Foto: ANTARA/Rio Feisal.
KPK Jadwalkan Konferensi Pers OTT Pemkab Kuansing Rabu 1 Juli
Fachri Audhia Hafiez • 30 June 2026 22:24
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan konferensi pers resmi untuk mengumumkan hasil serta kronologi operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Pengumuman status hukum pihak yang terjaring operasi senyap tersebut akan digelar pada Rabu, 1 Juli 2026.
“Untuk konferensi pers, kami jadwalkan esok siang atau sore,” ujar juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 30 Juni 2026.
Baca Juga :
OTT di Kuantan Singingi, KPK Tangkap 10 Orang
Budi menjelaskan, dalam konferensi pers tersebut Lembaga Antirasuah akan membeberkan secara rinci konstruksi perkara dugaan suap. Termasuk, identitas pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Konstruksi dugaan suapnya seperti apa hingga pihak-pihak yang diduga terkait yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka siapa saja, nanti kami akan sampaikan dalam konferensi pers tersebut,” ucap Budi.
Budi menambahkan, tim penyidik juga akan menggeledah sejumlah lokasi strategis yang telah disegel KPK. Penggeledahan bakal dilakukan setelah konferensi pers rampung.
“Tentunya kegiatan penggeledahan adalah untuk memperoleh bukti-bukti tambahan guna memperkuat alat bukti dalam penyidikan perkara ini,” jelas Budi.

Bupati Kuansing Suhardiman Amby. ANTARA/Annisa Firdausi.
Sebelumnya, tim penindak KPK melancarkan operasi senyap secara paralel di wilayah Jakarta dan Kabupaten Kuansing pada Selasa, 30 Juni 2026. Dalam OTT ke-14 sepanjang tahun 2026 ini, petugas mengamankan total 10 orang, di mana lima di antaranya langsung diterbangkan ke Gedung Merah Putih Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Kelima orang tersebut terdiri atas tiga pihak swasta, satu ASN Pemkab Kuansing, dan seorang anggota keluarga penyelenggara negara.
Terkait pengembangan kasus ini, KPK turut melayangkan imbauan tegas kepada Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain untuk kooperatif dan segera menyerahkan diri. Keduanya diduga kuat terlibat dalam pusaran perkara suap jual beli jabatan sekretaris daerah, di mana penyidik juga telah menyita satu unit mobil yang diduga menjadi instrumen suap.