Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK, Pegawai Bea Cukai Ahmad Dedi Buka Suara

Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Ahmad Dedi (kanan). Foto: ANTARA/Rio Feisal.

Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK, Pegawai Bea Cukai Ahmad Dedi Buka Suara

Fachri Audhia Hafiez • 10 May 2026 13:02

Jakarta: Video pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Ahmad Dedi, berlari meninggalkan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi seusai Ahmad Dedi menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan kasus suap importasi barang, Jumat, 8 Mei 2026.

Ahmad Dedi terlihat keluar dari gedung KPK sekitar pukul 15.43 WIB di tengah kerumunan awak media yang menunggu proses pemeriksaan selesai. Menanggapi video yang beredar, Dedi mengaku sengaja mempercepat langkah untuk menghindari pertanyaan yang dinilai dapat memicu spekulasi publik.

“Saya merasa ketika memberikan pernyataan di luar ruang pemeriksaan dapat memicu opini publik yang liar dan tidak terkendali sebelum adanya keterangan resmi dari pihak berwenang,” kata Dedi dalam keterangannya, Minggu, 10 Mei 2026.
 


Ia menegaskan kehadirannya di KPK hanya sebagai saksi untuk memberikan keterangan kepada penyidik. Hingga pemeriksaan selesai, belum ada informasi dari KPK mengenai perubahan status hukum Ahmad Dedi menjadi tersangka.

Sementara itu, juru bicara (Jubir) KPK Budi Prasetyo mengatakan seluruh keterangan saksi masih akan didalami untuk mengungkap fakta hukum dalam perkara tersebut.

Sebelumnya, Ahmad Dedi berlari meninggalkan Gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan pada Jumat, 8 Mei 2026. Dedi berusaha menghindari pertanyaan awak media terkait materi pemeriksaannya dalam kasus dugaan suap important di DJBC.


Gedung KPK. Foto: ANTARA/Rio Feisal.

KPK telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret pejabat DJBC. 

Mereka ialah mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai periode 2024-Januari 2026 Rizal; Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC) Sisprian Subiaksono. 

Kemudian Kepala Saksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasi Intel DJBC) Orlando; Ketua Tim Dokumen Importasi PT BR Andri; Pegawai Ditjen Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo; Pemilik PT Blueray bernama John Field; dan Manajer Operasional PT BR Dedy Kurniawan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)