Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemkab Pekalongan, Fadia Arafiq berjalan meninggalkan gedung Merah Putih KPK usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Jakarta, Jumat (13/3/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.
Soal Pemeriksaan Suami dan Anak Fadia Arafiq, KPK: Ditunggu Saja
Siti Yona Hukmana • 31 March 2026 09:16
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta semua pihak menunggu jadwal pemeriksaan suami dan anak Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq. Keluarga mantan pedangdut itu disebut menerima aliran uang kasus dugaan tindak pidana korupsi.
“Ini ditunggu ya kapan dan siapa saja yang dipanggilnya,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, dilansir Antara, Selasa, 31 Maret 2026.
Asep mengatakan KPK akan mengabarkan kepada publik mengenai siapa saja pihak yang dipanggil dalam penyidikan kasus Fadia Arafiq, termasuk waktu pemanggilannya.
“Nanti kami kabari ya,” ujar Asep.
Rangkaian penangkapan tersebut merupakan bagian dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang ketujuh pada 2026 dan bertepatan pada bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Pada 4 Maret 2026, KPK menetapkan Fadia Arafiq sebagai tersangka tunggal pada kasus dugaan korupsi terkait pengadaan jasa outsourcing atau tenaga alih daya, dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2023-2026.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (tengah) berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Merah Putih, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/bar/am.
KPK mengatakan Fadia Arafiq diduga terlibat konflik kepentingan karena membuat perusahaan milik keluarganya, yakni PT Raja Nusantara Berjaya (RNB), memenangkan sejumlah pengadaan di lingkungan Pemkab Pekalongan. Fadia Arafiq dan keluarga disebut menerima Rp19 miliar dari kontrak pengadaan tersebut.
Dengan rincian Rp13,7 miliar murni dinikmati penyanyi lagu Cik Cik Bum Bum dan keluarganya, Rp2,3 miliar dibagikan kepada Direktur PT RNB sekaligus ART bernama Rul Bayatun, dan Rp3 miliar hasil penarikan tunai yang belum dibagikan.