Rupiah dan dolar AS. Foto: dok MI/Ramdani.
Rupiah Turun 0,31% ke Level Rp17.750/USD Pagi Ini
Husen Miftahudin • 17 September 2026 10:15
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan di pagi ini mengalami pelemahan.
Mengutip data Bloomberg, Kamis, 17 September 2026, rupiah hingga pukul 10.06 WIB berada di level Rp17.750 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 54 poin atau setara 0,31 persen dari Rp17.696 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.707 per USD. Analis mata uang Ibrahim Assuabi memprediksi mata uang rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah.
"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.690 per USD hingga Rp17.750 per USD," papar Ibrahim dalam analisis hariannya.
The Fed kerek suku bunga
Ibrahim mengungkapkan pergerakan rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh langkah Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunga acuan dana federal sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen sampai 4,00 persen.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 15-16 September 2026. Seluruh 12 anggota FOMC yang memiliki hak suara mendukung kenaikan suku bunga tersebut.
The Fed menilai aktivitas ekonomi Amerika Serikat masih berkembang dalam laju yang solid. Belanja domestik tetap tangguh di tengah ketidakpastian yang masih tinggi, sementara pertumbuhan produktivitas dan investasi modal tetap kuat.
Pasar tenaga kerja juga dinilai relatif stabil. Penambahan lapangan kerja masih sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja, sedangkan tingkat pengangguran hanya mengalami sedikit perubahan.
"Inflasi tetap tinggi. Tindakan kebijakan hari ini akan mendukung kembalinya target dua persen Komite secara lebih tepat waktu. Komite akan mewujudkan stabilitas harga," papar FOMC. FOMC juga kembali menegaskan kebijakan untuk mempertahankan cadangan yang cukup dalam sistem perbankan.
.jpeg)
(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Tugas berat Menkeu Suahasil
Di sisi lain, lanjut Ibrahim, Menteri Keuangan (Menkeu) baru Suahasil Nazara menghadapi tantangan untuk menjaga dua kepentingan yang kerap berhadapan dalam kebijakan fiskal, guna mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mempertahankan disiplin dan kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Fokus yang lebih penting adalah mempertahankan kapasitas fiskal untuk mendorong pertumbuhan, sembari memastikan penggunaan instrumen fiskal berlangsung dengan aturan dan koordinasi yang jelas. Kredibilitas fiskal memiliki nilai bukan semata karena neraca pemerintah terlihat sehat, melainkan karena kesehatan tersebut menciptakan ruang bagi pemerintah untuk bertindak ketika terjadi guncangan ekonomi," ungkap Ibrahim.
Komitmen menjaga defisit APBN di bawah tiga persen terhadap produk domestik bruto (PDB) tetap penting untuk mempertahankan kepercayaan terhadap fiskal Indonesia. Namun, kondisi global yang masih ditandai mahalnya global duration dan permintaan domestik yang belum sepenuhnya kuat membutuhkan kehati-hatian dalam menentukan kecepatan konsolidasi.
Selain itu, tugas Menteri Keuangan baru bukan sekadar menentukan apakah kebijakan fiskal harus lebih ekspansif atau konservatif. Yang lebih penting adalah membangun aturan, urutan kebijakan, dan koordinasi antar lembaga yang memungkinkan fiskal tetap menjadi mesin pendukung pertumbuhan tanpa mengorbankan kredibilitas.
Adapun, Bank Indonesia melaporkan utang luar negeri Indonesia mencapai USD453,4 miliar per Juli 2026 atau sekitar Rp8.211,8 triliun (kurs JISDOR 30 Juli 2026 sebesar Rp18.058 per dolar AS). Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia ini tumbuh 4,9 persen secara tahunan (YoY).
Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan ULN publik di tengah penurunan ULN swasta. Secara terperinci, ULN publik tercatat sebesar USD218,4 miliar atau tumbuh 3,2 persen YoY. Bank sentral menilai posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang.